JAKARTA – Pemerintah Jerman kini tengah mengkaji kemungkinan untuk melakukan boikot terhadap gelaran Piala Dunia 2026 apabila Amerika Serikat, di bawah kendali Presiden Donald Trump, benar-benar melakukan aneksasi terhadap Greenland.
Jurgen Hardt, yang menjabat sebagai juru bicara kebijakan luar negeri fraksi CDU/CSU di parlemen Jerman, menyatakan bahwa langkah boikot pada turnamen sepak bola terbesar tersebut hanya akan diambil sebagai upaya pamungkas guna menekan Trump terkait persoalan Greenland.
“Menolak keikutsertaan dalam turnamen akan dipertimbangkan sebagai langkah terakhir untuk membuat Presiden Trump berpikir jernih mengenai isu Greenland,” kata Hardt, dikutip pada Senin (19/1/2026).
Piala Dunia 2026 sendiri direncanakan bergulir mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 dengan melibatkan 16 kota tuan rumah yang tersebar di Amerika Serikat, Kanada, serta Meksiko.
Ketertarikan Donald Trump untuk mengakuisisi Greenland dari Denmark pertama kali mencuat pada periode pertama kepemimpinannya sebagai presiden antara tahun 2017–2021.
Kala itu, Trump dilaporkan sempat menawarkan kompensasi sebesar 600 juta dolar AS setiap tahunnya demi penggunaan pulau tersebut secara permanen.
Pasca kembali menduduki Gedung Putih pada awal 2024, Trump kembali memunculkan isu Greenland ke permukaan. Meski sempat mereda, wacana ini menguat kembali pada Januari 2026, bertepatan dengan operasi penangkapan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro.
Dalam pandangan Trump, Greenland memegang peranan strategis yang krusial bagi sistem pertahanan dan keamanan Amerika Serikat.
Berbagai laporan media serta pernyataan pejabat AS mengindikasikan bahwa Washington siap melakukan pembelian pulau itu, atau bahkan mengambil alih melalui jalur militer.
Seandainya transaksi terjadi, AS dikabarkan siap menggelontorkan dana hingga 700 miliar dolar AS. Trump juga menegaskan bahwa kontrol AS atas Greenland sangat diperlukan demi penempatan sistem pertahanan rudal Golden Dome.
Ia berpendapat bahwa jika tidak ada tindakan cepat dari pihak mereka, pulau strategis tersebut berisiko jatuh ke tangan China atau Rusia.
Namun, pada Jumat (16/1/2026), muncul laporan bahwa Kongres AS bersiap menggunakan wewenang mereka guna menghalangi langkah sepihak yang diambil Trump atas Greenland.
Warga Jerman dukung boikot
Aspirasi untuk memboikot Piala Dunia 2026 ternyata juga mendapatkan dukungan dari publik Jerman.
Berdasarkan survei yang dirilis oleh INSA Sociological Institute atas permintaan harian Bild, diketahui bahwa 47 persen responden setuju dengan langkah boikot jika Amerika Serikat menganeksasi Greenland secara paksa.
Sementara itu, 35 persen responden menyatakan keberatan atas rencana boikot, dan 18 persen sisanya memilih untuk tidak berpendapat. Jajak pendapat ini dilakukan pada rentang 15–16 Januari 2026 dengan melibatkan total 1.002 responden.
Secara hukum, Greenland sendiri merupakan daerah otonom yang berada di bawah kedaulatan Denmark.
Sejarah mencatat bahwa pada tahun 1951, pihak Washington dan Kopenhagen telah menandatangani Perjanjian Pertahanan Greenland.
Kesepakatan tersebut mengatur komitmen Amerika Serikat dalam menjaga pulau itu dari ancaman agresi, sekaligus sebagai bagian dari kewajiban bersama di bawah naungan NATO.
Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News