JAKARTA – Kapal perang milik Iran yang sedang melintasi Laut Sri Lanka karam setelah diterjang torpedo kapal selam Amerika Serikat (AS).
Kejadian yang merenggut 87 nyawa ini menjadi sinyal meluasnya area pertempuran antara Iran melawan AS dan Israel melampaui batas Timur Tengah.
Kapal perang tersebut diidentifikasi sebagai IRIS Dena. Armada ini tengah menempuh rute pulang usai menghadiri International Fleet Review 2026 pada bulan lalu di Vishakapatnam, India timur.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyebutkan bahwa aksi ini merupakan serangan pertama yang dilancarkan kapal selam AS semenjak era Perang Dunia II.
"Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional. Sebaliknya, kapal itu ditenggelamkan oleh torpedo," kata Hegseth seperti dilansir dari AFP, Kamis (5/3/2026).
Pihak Pentagon menegaskan bahwa melumpuhkan kekuatan angkatan laut Iran menjadi salah satu sasaran utama dalam peperangan ini. Caine mengklaim bahwa pihak AS telah memusnahkan lebih dari 20 kapal milik angkatan laut Iran.
Di sisi lain, Angkatan Laut Sri Lanka menginformasikan bahwa 87 jenazah telah dievakuasi dan 32 pelaut berhasil diselamatkan dari peristiwa tersebut.
Menurut keterangan otoritas setempat, Kapal IRIS Dena tenggelam pada koordinat sekitar 75 km dari Galle, wilayah selatan Sri Lanka.
Kapal itu diketahui sempat melayangkan sinyal darurat antara pukul 06.00 hingga 07.00 pagi pada Rabu (4/3/2026). Armada tersebut diperkirakan mengangkut sekitar 180 awak kapal.
Juru bicara angkatan laut Sri Lanka, Buddhika Sampath, menjelaskan bahwa tindakan penyelamatan yang dilakukan sudah sesuai dengan protokol maritim.
"Kami menanggapi panggilan darurat tersebut sesuai dengan kewajiban internasional kami, karena insiden ini berada di dalam area pencarian dan penyelamatan kami di Samudra Hindia," kata Sampath.
Sejauh ini, konfrontasi Iran yang menghadapi gempuran AS dan Israel mayoritas berkecamuk di kawasan Timur Tengah. Setiap serangan terhadap wilayah Iran langsung dibalas dengan hantaman ke berbagai aset penting AS di sejumlah negara tetangga.
Selain membidik Tel Aviv, Iran pun melancarkan serangan ke pangkalan militer AS di Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, hingga basis udara milik Inggris di Cyprus. Kedutaan Besar AS yang berada di Kuwait dan Arab Saudi juga tidak luput dari sasaran pihak Iran.
Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News