Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran
Mojtaba Khamenei. [Foto: IST/TNA]

JAKARTA – Putra mendiang Ali Khamenei, yakni Mojtaba Khamenei, secara resmi ditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran berikutnya.

Kantor berita semi-pemerintah Fars News Agency melaporkan bahwa Mojtaba akan melanjutkan kepemimpinan setelah ayahnya tewas dalam serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Mojtaba Khamenei yang kini berusia 56 tahun menjadi pemimpin ketiga dalam sejarah Iran sejak berdirinya republik Islam tersebut.

Penunjukan ini juga mencatatkan peristiwa bersejarah karena menjadi suksesi turun-temurun pertama sejak runtuhnya monarki Dinasti Pahlavi dalam Revolusi Iran 1979.

Menurut laporan Fars, Majelis Ahli Iran memilih Mojtaba melalui sebuah "pemungutan suara yang menentukan." Proses pemungutan suara itu dilaksanakan hanya beberapa jam sebelum hasilnya diumumkan kepada publik.

Penunjukan tersebut berlangsung di tengah situasi kawasan yang memanas. Pada Minggu, Iran masih melancarkan serangan terhadap sejumlah negara di kawasan pada hari kesembilan konflik di Timur Tengah, termasuk serangan terhadap fasilitas pengolahan air di Bahrain.

Mojtaba lahir pada 1969 di kota suci Mashhad di wilayah timur laut Iran sebagai anak kedua dalam keluarga Khamenei.

Berdasarkan catatan Encyclopaedia Britannica, Mojtaba sempat ikut terlibat dalam medan tempur selama Perang Iran–Irak sebelum kemudian menempuh jalur sebagai ulama dan melanjutkan studi di pusat pendidikan agama utama Iran di Qom.

Walaupun dikenal jarang tampil di ruang publik, Mojtaba disebut memiliki kedekatan kuat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Pasukan elite ini berperan penting dalam pengembangan program rudal Iran serta jaringan milisi di kawasan, sekaligus memiliki pengaruh ekonomi besar yang diperkirakan mengendalikan hingga 40 persen aktivitas ekonomi negara tersebut.

Namanya juga pernah menjadi sorotan kontroversi. Ketika terjadi dugaan campur tangan dalam pemilu 2009 yang memicu gelombang protes besar di jalanan, kelompok oposisi menuduh Mojtaba terlibat aktif di balik layar.

Selain pengaruh politik dan militer, Mojtaba juga disebut memiliki jaringan bisnis yang luas. Bloomberg melaporkan pada Januari lalu bahwa ia mengawasi imperium investasi yang membentang dari Teheran hingga Dubai dan Frankfurt.

Ketika laporan tersebut dipublikasikan, Mojtaba tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait kepemilikan aset tersebut.

Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index