JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menggelar serangkaian rapat bersama para pejabat Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (8/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, presiden membahas berbagai isu mulai dari pengembangan pendidikan, kesiapan mudik Lebaran 2026, hingga informasi terbaru terkait perkembangan peran Iran di kawasan Timur Tengah.
“Pada minggu siang sampai malam hari, Presiden Prabowo Subianto menggelar lima rapat berbeda dengan memanggil beberapa menteri Kabinet Merah Putih di kediaman Hambalang," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dikutip pada Senin (9/3/2026).
Dalam rangkaian rapat tersebut, presiden memanggil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan, Rektor Universitas Pertahanan Anton Nugroho, serta Direktur Utama PT Pindad Sigit Santosa.
Pada pembahasan sektor pendidikan, Prabowo meminta laporan mengenai perkembangan sekaligus percepatan program strategis pemerintah untuk membangun 10 kampus baru yang berfokus pada bidang STEM (Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika) serta pendidikan kedokteran.
Presiden juga meminta informasi mengenai langkah peningkatan kualitas perguruan tinggi negeri agar mampu bersaing di tingkat global dan memperluas kerja sama dengan universitas terkemuka dunia.
Selain itu, menurut Teddy, Prabowo turut meminta laporan mengenai kesiapan pemerintah menghadapi arus mudik Lebaran yang diperkirakan mulai meningkat dalam waktu dekat.
Presiden ingin memastikan kegiatan mudik dan arus balik tahun ini berlangsung aman dan lancar.
Pada salah satu rapat, Prabowo juga membahas perkembangan situasi geopolitik internasional, khususnya dinamika yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Presiden meminta pemetaan mengenai implikasi perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang turut melibatkan sejumlah negara di kawasan Teluk Persia terhadap kondisi global dan regional.
Presiden, kata Teddy, juga sempat meminta laporan terkait perkembangan program pendidikan bagi mahasiswa asal Palestina di Indonesia, khususnya di Universitas Pertahanan.
Saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan sejak 2022, Prabowo mengundang pelajar Palestina untuk menempuh pendidikan di Indonesia. Hingga kini jumlahnya hampir mencapai 200 orang.
Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News