JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan publik akan segera mengetahui bentuk respons Washington atas serangan terhadap Kedutaan Besar AS di Riyadh serta tewasnya personel militer AS dalam konflik dengan Iran.
Dalam wawancara dengan NewsNation, Trump mengatakan bahwa langkah pembalasan akan diumumkan dalam waktu dekat, sebagaimana dilaporkan jurnalis media tersebut di platform X.
Kedubes AS diserang drone
Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyampaikan bahwa Kedutaan Besar AS di Riyadh terkena dua drone yang memicu kebakaran kecil dan menyebabkan kerusakan material terbatas, berdasarkan evaluasi awal.
Serangan drone itu terjadi di tengah rangkaian serangan rudal dan drone Iran ke negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS, setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran pada Sabtu lalu.
Reuters belum dapat memverifikasi secara independen rincian insiden tersebut. Tiga sumber yang mengetahui peristiwa itu menyebut ledakan keras terdengar dan kobaran api terlihat di kompleks kedutaan pada Selasa dini hari.
Asap hitam juga tampak membubung di atas Diplomatic Quarter, kawasan yang menjadi lokasi berbagai misi diplomatik asing.
Tidak ada korban luka
Dua sumber menyatakan tidak ada laporan korban luka karena gedung dalam keadaan kosong saat dini hari ketika serangan berlangsung.
Kedutaan Besar AS mengeluarkan imbauan “shelter in place” bagi warga negara Amerika di Riyadh, Jeddah, dan Dhahran. Warga AS juga diminta menjauhi area kedutaan hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.
Hingga berita ini diterbitkan, juru bicara kedutaan maupun kantor media pemerintah Saudi belum menyampaikan pernyataan resmi tambahan.
Pernyataan Trump menegaskan peluang adanya respons militer atau langkah tegas lain dari Washington di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan.
Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News