JAKARTA – Pemerintah Iran tengah mendalami peran badan intelijen dari luar negeri, di samping Dinas Intelijen Rahasia Israel (Mossad), dalam aksi kerusuhan masif yang melanda negara itu baru-baru ini, menurut pernyataan seorang pejabat senior Iran.
"Puluhan orang yang memiliki kontak langsung dengan Mossad telah ditangkap. Kami sedang menyelidiki sejauh mana badan intelijen asing lainnya berada di balik operasi teroris intelijen yang didukung Mossad dan asing di dalam Iran," kata pejabat itu kepada wartawan, yang berbicara dengan syarat anonim, dikutip pada Sabtu (24/1/2026).
"(Kerusuhan) Itu adalah operasi intelijen yang didukung asing," kata pejabat senior Iran itu.
Pada Senin (19/1/2026) lalu, Kepala Keamanan Iran Ahmad Reza Radan mengumumkan bahwa kondisi keamanan di berbagai kota sudah kembali kondusif setelah gelombang kekacauan.
Ia pun menekankan bahwa petugas keamanan akan tetap melakukan pengejaran untuk meringkus pihak-pihak yang melakukan tindakan kriminal sepanjang aksi protes terjadi.
Gelombang protes pecah di Iran pada penghujung Desember 2025 di tengah kekhawatiran terkait melonjaknya inflasi yang disebabkan oleh depresiasi mata uang lokal, rial Iran.
Di sejumlah titik, aksi massa tersebut berujung pada bentrokan dengan aparat kepolisian saat para demonstran menyuarakan kritik terhadap pemerintah.
Muncul laporan mengenai adanya korban jiwa baik dari pihak pasukan keamanan maupun pengunjuk rasa. Otoritas Iran menyampaikan pada pekan lalu bahwa keadaan saat ini sudah dapat diatasi.
Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News