Lebih dari Sekadar Modal, AdaKami Beri Pendampingan Komprehensif bagi UMKM Berbagai Sektor

Lebih dari Sekadar Modal, AdaKami Beri Pendampingan Komprehensif bagi UMKM Berbagai Sektor
Ilustrasi UMKM. [Foto: ANTARA/HO/Kementerian UMKM]

JAKARTA – Langkah penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) saat ini tidak lagi cuma menitikberatkan pada akses pembiayaan, namun juga pada aspek keberlangsungan usaha serta efek sosial yang tercipta.

Kecenderungan ini memicu pelaku industri keuangan, termasuk entitas fintech lending atau pinjaman daring, untuk menyusun pola pendampingan yang lebih menyeluruh.

Selama tahun 2025, perusahaan fintech lending AdaKami telah mengalirkan sokongan kepada delapan UMKM dari bermacam-macam sektor lewat inisiatif Usaha Bareng AdaKami.

Program ini menyentuh para pelaku usaha dari profil yang variatif, mulai dari UMKM yang berbasis kebudayaan, lingkungan, hingga kelompok rentan di berbagai wilayah di Indonesia.

Brand Manager AdaKami Jonathan Kriss memaparkan, UMKM tetap merupakan pilar utama ekonomi nasional, namun sering kali menjumpai kendala dalam mempertahankan eksistensi usaha.

Menurutnya, minimnya kapasitas operasional serta manajemen bisnis kerap menjadi penghalang bagi UMKM untuk bisa tumbuh secara stabil.

"Melalui program Usaha Bareng AdaKami, kami ingin mendampingi UMKM sesuai kebutuhan masing-masing, bukan sekadar memberikan akses permodalan, tetapi juga mendorong keberlanjutan usaha dan dampak sosial di komunitas mereka," ujar Jonathan, dikutip pada Sabtu (24/1/2026).

Proses pendampingan dikerjakan dengan metode yang diadaptasikan dengan karakter tiap-tiap usaha.

Titik beratnya meliputi penguatan kapasitas produksi, stabilitas operasional, serta kontinuitas bisnis supaya UMKM mampu tumbuh beriringan dengan masyarakat di sekitarnya.

Pola tersebut tampak pada sektor kuliner dan kopi yang membawa misi inklusi serta pelestarian adat. Di Jakarta Selatan, Kopi Tuli dan Akurasa adalah UMKM kopi yang memberikan kesempatan kerja inklusif bagi kalangan tunarungu.

Sokongan program ini dipergunakan untuk memperkokoh operasional harian serta perluasan layanan, sehingga bisnis dapat menyentuh pasar yang lebih lebar.

Di Yogyakarta, Kopi Moka Menoreh serta Kopi Selarong menggunakan dukungan program demi memperkuat alur produksi dan penyajian.

Kedua UMKM tersebut tidak sekadar memasarkan kopi lokal, namun juga menjunjung nilai budaya daerah sebagai bagian dari keunggulan produk di tengah kompetisi pasar kopi yang kian kompetitif.

Pendampingan yang berbasis inklusi juga disalurkan kepada Difabel Zone, wadah bagi para perajin batik difabel.

Dukungan program ini dipakai untuk menaikkan kapasitas produksi serta melengkapi fasilitas penunjang pameran, sejalan dengan bertambahnya permintaan kolaborasi dan kemitraan.

"Permintaan pameran dan kerja sama cukup tinggi, tetapi kami memiliki keterbatasan sarana. Dukungan ini membantu kami menjawab kebutuhan tersebut," kata pendiri Difabel Zone, Lidwina Wurie Akhdiyanti.

Di Bali, Urban Compost yang bergerak mengolah limbah organik menjadi kompos skala komunitas mendapatkan sokongan untuk meningkatkan efektivitas proses pengolahan.

Di samping itu, Pisangne K-Tamane memperoleh pendampingan guna memperkokoh kapasitas usaha agrowisata yang melibatkan petani perempuan lewat peningkatan mutu produksi.

Pendiri Urban Compost Bali, Buya Azmedia, menganggap dukungan program sangat membantu dalam menjaga konsistensi upaya pelestarian alam.

"Pengolahan sampah organik bukan proses instan. Dukungan program ini membantu kami meningkatkan efisiensi dan memastikan upaya pelestarian lingkungan dapat terus berjalan," tutupnya.

Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index