JAKARTA – PT JULO Teknologi Finansial (JULO) terus menguatkan perannya dalam mendorong literasi keuangan di Tanah Air.
Lewat program edukasi Ngopling (Ngobrol Penting), JULO bekerja sama dengan Ringkas untuk membagikan pemahaman seputar Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
KPR menjadi salah satu keputusan finansial besar bagi masyarakat Indonesia. Karena itu, pemahaman yang memadai diperlukan agar kredit dapat dikelola secara sehat dan berkelanjutan.
Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), indeks literasi keuangan Indonesia masih berada di kisaran 66%. Selain itu, tingkat inklusi di wilayah pedesaan tercatat lebih rendah, yakni 59,6%.
Menjawab kebutuhan tersebut, JULO menyelenggarakan kegiatan literasi secara daring yang menjangkau peserta dari berbagai daerah, mulai Jawa Barat hingga Sumatra Utara.
Digelar pada Februari 2026 dengan tema 'Panduan KPR Terbaru: Kiat Dapat Cicilan Ringan, Keuangan Aman', JULO dan Ringkas memberikan penjelasan menyeluruh mengenai mekanisme KPR, risiko dan perhitungan bunga jangka panjang, hingga strategi menjaga cicilan tetap terjangkau melalui skema KPR take over.
Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan simulasi langsung perhitungan KPR dan KPR take over yang disesuaikan dengan kondisi pasar terkini.
"Saat mencicil KPR, jangan khawatir saat memasuki fase floating rate. Ada solusi untuk mengembalikan lagi ke suku bunga seperti awal melalui KPR take over. Ini bisa menjadi strategi untuk menyesuaikan cicilan agar kondisi finansial tetap sehat," ujar Devie Fibtarica, Business Development & Mortgage Strategist Ringkas, selaku narasumber kegiatan.
Poppy Rosari, Brand Manager JULO, menegaskan pentingnya literasi dalam pengelolaan kredit secara bertanggung jawab.
"Sebagai fintech yang memiliki misi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, literasi pengelolaan kredit jangka panjang seperti KPR menjadi hal yang sangat penting. Melalui kolaborasi ini, JULO bersama Ringkas tidak hanya menghadirkan edukasi, tetapi juga nilai tambah bagi pengguna, salah satunya melalui program apresiasi berupa kesempatan memenangkan perjalanan umrah bagi pengguna yang mengajukan KPR."
Salah satu peserta, Andi R dari Ciamis, Jawa Barat, menyampaikan bahwa materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhannya.
"Topiknya relevan dengan rencana saya mengajukan KPR, tapi tetap ingin menjaga cicilan sesuai kemampuan finansial. Materinya mudah dipahami, dan saya berharap ke depan JULO dapat mengadakan kegiatan serupa dengan durasi yang lebih panjang," katanya.
Sebagai perusahaan fintech lending yang telah berizin dan diawasi OJK, JULO berkomitmen menghadirkan layanan keuangan digital yang aman dan bertanggung jawab, sekaligus aktif meningkatkan literasi melalui kolaborasi lintas ekosistem.
Langkah ini diharapkan membantu masyarakat tidak hanya memperoleh akses pendanaan, tetapi juga menjaga keberlanjutan kondisi finansial untuk masa depan yang lebih baik.
Sebagai platform kredit digital karya anak bangsa, JULO telah digunakan oleh lebih dari 3,27 juta pengguna di seluruh Indonesia dengan total penyaluran kredit mencapai Rp27 triliun.
Dana tersebut dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari modal usaha, pendidikan, kesehatan, hingga kebutuhan rumah tangga. JULO menyediakan limit hingga Rp50 juta dengan tenor fleksibel sampai 12 bulan serta bunga kompetitif.
Melalui pendekatan edukasi berkelanjutan dan pengelolaan risiko berbasis data serta teknologi, JULO mencatatkan Tingkat Keberhasilan Bayar (TKB90) sebesar 99% pada Januari 2026.
Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News