Easycash Targetkan Perluasan Pangsa Pasar Fintech di Luar Pulau Jawa

Easycash Targetkan Perluasan Pangsa Pasar Fintech di Luar Pulau Jawa
Ilustrasi fintech Easycash. [Foto: NET]

JAKARTA – Perusahaan fintech peer to peer (P2P) lending PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) tengah berupaya memaksimalkan pangsa pasar mereka di luar Pulau Jawa.

Head Corporate Affairs Easycash, Wildan Kesuma, berpendapat bahwa potensi pasar fintech lending di wilayah luar Pulau Jawa masih sangat luas.

Wildan menjelaskan besarnya potensi tersebut dikarenakan masih banyaknya segmen underbanked yang belum mendapatkan akses ke layanan keuangan formal.

"Jadi, peluangnya masih ada dan masih besar. Selain itu, tujuan utama industri fintech lending untuk bisa melayani yang tidak punya akses ke keuangan formal," katanya di Jakarta, dikutip pada Jumat (13/2/2026).

Wildan menyebutkan bahwa hingga saat ini mayoritas peminjam (borrower) Easycash masih berdomisili di Pulau Jawa.

Mengingat besarnya potensi di luar Jawa, ia mengatakan Easycash akan terus berusaha mengoptimalkan peluang itu melalui peningkatan literasi.

Langkah ini diambil agar masyarakat semakin memahami layanan fintech lending. "Selain di Pulau Jawa, kami memperkuat secara literasi keuangan di Pulau Jawa juga," ucapnya.

Lebih lanjut, dari sisi segmen peminjam, Wildan mengungkapkan bahwa mayoritas berasal dari kalangan Gen Z dan Milenial. Hal ini sejalan dengan komposisi populasi di Indonesia yang memang didominasi oleh kelompok usia tersebut.

"Gen Z dan Milenial itu populasi yang besar untuk secara market. Kami juga seiring dengan kondisi itu," ungkap Wildan.

Menilik situs resmi perusahaan, Easycash mampu menjaga Tingkat Keberhasilan Bayar dalam waktu 90 hari (TKB90) pada posisi 99,65% per 11 Februari 2026. Sementara itu, akumulasi total pinjaman yang telah disalurkan Easycash sejak berdiri mencapai Rp 89,89 triliun.

Tercatat, ada sebanyak 4.592 pemberi pinjaman (lender) aktif yang menyalurkan pendanaannya melalui platform Easycash.

Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index