Tips Memulai Bisnis Makanan Beku (Frozen Food)

  • Whatsapp
bisnis makanan beku

Bisnis makanan beku (frozen food) merupakan salah satu bisnis di era digital yang berpotensi memberi keuntungan bagi pelaku usaha. Belakangan, tak sedikit orang menaruh minat untuk membeli frozen food di masa pandemi seperti sekarang ini.

Terlepas dari pandemi atau tidak, makanan beku telah menjelma sebagai peluang bisnis yang digandrungi di kalangan pelaku usaha. Pasalnya, bisnis makanan beku memiliki daya tarik tersendiri karena sifatnya yang praktis, dan memungkinkan pelaku usaha menjadikan ladang bisnis frozen food ini dalam skala bisnis rumahan.

Bacaan Lainnya

Jadi, untuk memulai bisnis frozen food atau makanan beku ini, sebenarnya bisa dilakukan kapan saja, asalkan pelaku usaha mengetahui caranya sekaligus mempelajari bagaimana tahapan yang baik untuk memulai bisnis makanan beku.

Bisnis Frozen Food (Makanan Beku)

Sebagai seorang yang ingin memulai bisnis makanan beku, ada baiknya melakukan riset mengenai kondisi pasar terlebih dahulu. Ringkasnya, kita perlu mengetahui area atau wilayah mana saja yang tertarik dengan makanan beku.

Kamu bisa melakukan riset ide bisnis pasar ini dengan menysuri e-commerce, atau media sosial, bahkan mencari tahu perkembangan bisnis frozen food dari tahun ke tahun melalui Google Trends.

Apabila riset telah dilakukan, maka langkah selanjutnya yang perlu dilakukan untuk memulai bisnis makanan beku, yaitu:

1. Menentukan Jenis Produk

Menentukna jenis produk makanan beku adalah langkah awal untuk memulai bisnis frozen food. Sebab, hal ini akan menentukan langkah bisnis ini ke depannya. Selain itu, makanan beku juga memiliki banyak varian.

Oleh karena itu, sebaiknya tentukan beku apa yang akan dijual, baik secara konvensional maupun menjual makanan beku secara online. Beberapa jenis makanan beku seperti daging, olahan daging, kentang goreng, nugget, atau baso bisa menjadi pilihan yang baik dalam menentukan jenis makanan beku yang akan dijual.

Perlu diingat, ketika kamu memilih salah satu jenis makanan beku di atas, maka hal itu berkaitan dengan kemampuan produksi ke depannya. Jadi, hematnya adalah pilih makanan beku yang memungkinkan kamu bisa memproduksi sesuai kemampuan yang kamu miliki.

2. Memperkirakan Modal Awal

Sebagai pelaku usaha bisnis makanan beku, memperkirakan atau menghitung modal awal sangat diperlukan dalam memulai bisnis ini. Di sini, pelaku usaha harus menentukan anggaran, mulai dari kebutuhan pokok binis frozen food hingga biaya yang harus dikeluarkan apabila harus menjalin kerja sama dengan pemasok kebutuhan makanan beku. Rincikan anggaran sedetail mungkin, agar dana yang keluarkan sesuai dengan kepentingan bisnis frozen food.

3. Menentukan Peralatan

Sembari memperhitungkan modal awal, menentukan peralatan yang akan digunakan untuk menyimpan makanan beku termasuk dalam perhitungan modal awal. Singkatnya, dana yang dikeluarkan sebaiknya memprioritaskan kebutuhan primer bisnis makanan beku untuk menyimpan stok frozen food.

Sebaiknya, investasikan dana yang dimiliki pada mesin pendingin yang memiliki kualitas terbaik, sebagai antisipasi dari hal-hal yang tidak diinginkan ke depannya, seperti kerusakan yang terjadi sebelum waktu depresiasinya tiba.

Satu sisi, hal ini tentu akan merugikan kita sebagai pelaku usaha, karena operasional bisnis menjadi sedikit terhambat. Apa lagi, saat kerusakan terjadi harus mengeluarkan uang untuk memperbaiki mesin penyimpana makanan beku, bahkan tak menutup kemungkinan membeli mesin pendingin baru.

4. Menentukan Kemasan

Persoalan penting lainnya adalah memntukan kemasan makanan beku. Sebab, kemasan yang baik akan menentukan kualitas dari makanan beku itu sendiri. Oleh karena itu, gunakan plastik khusus untuk frozen foof yang akan dijual di pasaran.

Umumnya, plastik untuk membungkus makanan beku tidak memiliki pori sehingga membantu keawetan makanan beku. Dengan kata lain, dengan plastik khusus frozen food mampu bertahan lebih lama.

Tak hanya menggunakan plastik khusus, makanan beku juga perlu divakum saat dikemas untuk mengeliminasi udara di dalam ruang penyimpanan makanan beku tersebut. Tambahkan label pada kemasan, dan keterangan kedaluarsa produk.

Tak hanya soal pengemasan saja jika kamu serius untuk mejalani bisnis makanan beku ini. Kamu perlu juga mengetahui teknik penyimpanan stok frozen food. Ini penting untuk diperhatikan. Pastikan konsistensi suhu penyimpanan pada mesin pendingin yang digunakan, yaitu tidak lebih dari 18 derajat celcius.

5. Manfaatkan Teknologi Digital

Pembaca yang budiman tentu tahu maksudnya dengan manfaatkan teknologi digital ini, bukan? Ya, benar sekali. Kemajuan teknologi memudahkan kita berjualan secara online. Adanya platform media sosial dan e-commerce sangat membantu pelaku usaha di era digital ini.

Namun, jika kamu ingin memasarkan bisnis makanan beku melalui website itu adalah pilihan bagus. Kenapa? Pada dasarnya, membuat webiste memudahkan kamu dalam menjalankan bisnis. Sebab, website tak hanya bisa diakses melalui komputer saja, tetapi juga bisa melalui gawai.

Jadi, jika kamu ingin membuat wesbite secara gratis untuk membuat toko online, kamu bisa menggunakan blogspot. Namun, ada baiknya kamu membuat webiste dengan berbayar. Maksudnya, membeli domain dan menyewa hosting adalah cara terbaik dalam mengembangkan bisnis makanan beku yang akan kamu mulai.

6. Merambah Pasar Online

Jika saat ini modalmu terbatas untuk membuat website untuk memasarkan frozen food secara online, jangan berkecil hati akan hal itu. Toh, untuk awal kamu bisa memanfaatkan platform digital media sosial seperti Instagram atau Facebook.

Tak hanya itu, kamu juga menjual frozen food melalui e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, dan lainnya sebagainya. Jika kamu ingin memperluan area penjualanmu hingga ke luar negeri, kamu bisa memanfaatkan platform Amazon maupun eBay.

Semua hal di atas hanyalah medium untuk kamu memulai memasarkan produk makanan beku secara online. Melakukan promosi produk secara online di zaman sekarang ini sangat memudahkan pelaku bisnis dalam mengembangkan usahanya. Intinya, adalah kegigihan dan semangat juang kamu dalam berjualan online, khususnya menjula produk makanan beku.

7. Memiliki Izin Edar yang Resmi

Mengingat bisnis frozen food ini berarti menjual produk makanan, maka sudah dapat dipastikan untuk mengikuti regulasi agar menjamin bahwa produk yang dijual aman. Oleh karenaya, pastikan produk makanan beku yang akan diedarkan telah memiliki izin edar yang resmi. Denga begitu, konsumen juga akan semakin percaya dengan makanan beku yang kamu jual karena sudah teruji aman dan baik untuk dikonsumsi.

Demikian informasi tentang tips untuk memulai bisnis frozen food (makanan beku) untuk kamu yang ingin mencoba terjun ke bisnis ini. Semoga bermanfaat, ya!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *