Waspada, 9 Kebiasaan Sepele Ini Ternyata Bisa Merusak Kesehatan Pendengaran

Jumat, 06 Februari 2026 | 09:38:08 WIB
Ilustrasi kebiasaan yang merusak pendengaran. [Foto: NET]

JAKARTA – Sejumlah aktivitas yang sering dianggap remeh rupanya dapat memberikan efek serius bagi kesehatan telinga. Berikut merupakan beberapa kebiasaan yang merusak pendengaran.

Indra pendengaran memiliki fungsi vital dalam berkomunikasi. Apabila pendengaran terganggu, maka proses komunikasi kami sangat mungkin menjadi sedikit terhambat.

Sebagaimana organ tubuh yang lain, kondisi kesehatan telinga dan pendengaran turut dipengaruhi oleh beragam faktor.

Paparan suara kencang yang terjadi berulang kali, baik lewat earphone, menonton konser, hingga kondisi lingkungan sekitar, mampu menjadi pemicu seseorang menderita gangguan pendengaran.

Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan harian ini dapat berakibat fatal bagi kesehatan pendengaran, bahkan sejak masa muda.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan estimasi bahwa sekitar 50 persen individu berumur 12-35 tahun memiliki risiko gangguan pendengaran akibat paparan suara keras berlebih, khususnya dari alat audio personal.

Dirangkum dari berbagai sumber, inilah beberapa kebiasaan buruk yang mampu merusak pendengaran:

1. Mendengarkan musik terlalu kencang dengan earphone

Pemakaian earphone atau earbuds dengan volume tinggi menjadi faktor utama pemicu gangguan pendengaran pada generasi muda. Banyak alat audio personal yang bisa menghasilkan suara melebihi 100 desibel.

Paparan di atas 70 desibel dalam jangka waktu lama dapat merusak sel-sel rambut pada telinga bagian dalam.

2. Menyetel audio mobil terlalu keras

Stereo mobil sanggup menghasilkan suara mencapai 100-140 desibel. Ruang mobil yang kedap membuat suara kian memantul. Jika kami harus berteriak saat berbincang dengan penumpang lain, itu adalah tanda volume sudah pada level berbahaya.

3. Tidak memakai pelindung telinga di lokasi bising

Mesin pemotong rumput hingga konser musik dapat menghasilkan suara di atas 110 desibel. Pada level ini, kerusakan bisa terjadi hanya dalam hitungan menit.

Tanpa pelindung seperti earplug, paparan berulang dapat memicu hilangnya pendengaran permanen.

4. Penggunaan earbud terus-menerus

Bukan cuma volume, namun durasi juga berpengaruh. Banyak earbud yang terpasang dalam di saluran telinga memerangkap suara dan memicu kelelahan pendengaran. Kebiasaan ini mempercepat penurunan fungsi telinga di usia produktif.

5. Membersihkan telinga memakai cotton bud

Cotton bud sering kali malah menekan kotoran telinga ke arah dalam, sehingga berisiko memicu sumbatan hingga luka gendang telinga. Telinga sebenarnya punya cara pembersihan alami sendiri.

6. Merokok

Zat racun dalam rokok mampu menghambat aliran darah ke telinga dalam serta merusak saraf. Nikotin dan karbon monoksida mengurangi suplai oksigen ke sel-sel rambut sensitif di telinga.

7. Pola makan tidak seimbang

Kurangnya asupan magnesium, asam folat, dan vitamin B12 dihubungkan dengan risiko gangguan pendengaran. Konsumsi sayuran hijau dan air putih yang cukup sangat mendukung kelancaran aliran darah ke telinga.

8. Menunda pemeriksaan pendengaran

Gangguan ini sering kali muncul perlahan tanpa disadari. Menunda pemeriksaan membuat masalah terlambat ditemukan. Pemeriksaan rutin membantu deteksi dini serta mencegah penurunan fungsi kognitif.

9. Membiarkan infeksi telinga tanpa pengobatan

Infeksi yang tidak diobati dapat memicu penumpukan cairan yang menekan gendang telinga dan merusak struktur telinga tengah secara permanen. Segera hubungi dokter THT jika merasakan nyeri atau keluar cairan.

Hindari berbagai kebiasaan buruk yang merusak pendengaran tersebut agar kesehatan telinga kami tetap terjaga.

Terkini