Gading Marten Cari Jalan Pulang usai Penerbangan Teluk Persia Dibatalkan

Gading Marten Cari Jalan Pulang usai Penerbangan Teluk Persia Dibatalkan
Gading Marten dan Medina Dina. [FOTO: Instagram/gadiiing]

JAKARTA – Gading Marten mengabarkan bahwa dirinya bersama Medina Gina yang sedang berlibur ke Eropa terkena dampak Perang Iran vs Israel-Amerika Serikat.

Kondisi tersebut mengakibatkan seluruh penerbangan yang melintasi wilayah Teluk Persia dibatalkan. Oleh karena itu, pasangan kekasih ini masih tertahan di Paris, Prancis, berdasarkan pantauan terakhir di media sosial pada Kamis (5/3/2026).

Melalui unggahan di Instagram Story yang saat ini sudah dihapus, Gading Marten menyebutkan bahwa dirinya menerima banyak pertanyaan mengenai kondisinya selama di Eropa.

"Emang ya cuma di text 'Ding, are you okay? Gimana pulangnya?' Senang dan terharu punya teman-teman kayak begitu," katanya dalam tangkapan layar yang diambil pada Selasa (3/3/2026).

"Well memang belum bisa pulang, jadi mencari jalan lain dari kota lain dan pesawat lain untuk pulang. Makasih ya guys. Doakan aman-aman saja dan kembali ke Jakarta soon, buat teman-teman yang senasib lagi traveling stay safe ya," lanjutnya.

Walaupun demikian, Gading Marten menceritakan bahwa dirinya sempat berjumpa dengan sejumlah mahasiswa serta diaspora Indonesia di Paris.

Gading bahkan menyempatkan diri untuk menyantap kuliner Indonesia di Paris yang membuatnya merasa seperti berada di rumah sendiri.

AS dan Israel memulai serangan gabungan pada 28 Februari. Akibat gempuran tersebut, pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas.

Di hari yang sama, Iran segera melakukan serangan balasan, meskipun saat itu mereka belum memberikan konfirmasi terkait wafatnya Khamenei.

Baru pada keesokan harinya, yakni 1 Maret 2026, pihak Iran mengumumkan kematian Khamenei. Pasukan Garda Revolusi Islam melakukan aksi balasan dengan menyerang Israel serta aset militer AS yang berada di kawasan Timur Tengah.

Beberapa titik pangkalan militer AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, Qatar, Irak, Arab Saudi, hingga Uni Emirat Arab turut menjadi sasaran serangan rudal balasan dari Iran.

Konflik bersenjata ini mengakibatkan berbagai jadwal penerbangan dibatalkan dan bandara di wilayah tersebut ditutup.

Menurut laporan sejumlah sumber pada Kamis (5/3/2026), banyak maskapai telah beroperasi meninggalkan bandara di negara-negara Teluk Persia yang beraliansi dengan AS, termasuk kota Dubai dan Abu Dhabi di Uni Emirat Arab.

Meski demikian, keadaan masih belum menentu dan para pelancong diminta untuk terus memantau sistem peringatan dari pemerintah serta menghubungi pihak maskapai masing-masing.

Pembatalan yang masih berlangsung terus menambah kerumitan bagi para pelancong yang saat ini terjebak di wilayah konflik tersebut.

Ruang udara di atas UEA, Qatar, Kuwait, Israel, Bahrain, Irak, dan Yordania terlihat hampir kosong pada Rabu (4/3/2026) pagi, sebagaimana yang ditampilkan dalam peta situs pelacakan Flightradar24.

Tercatat hampir 2.000 penerbangan telah dibatalkan hingga Rabu sore waktu UEA. Hal ini menambah daftar ribuan penerbangan internasional yang sudah dibatalkan sejak Minggu, merujuk pada data dari FlightAware.com.

Di luar kawasan tersebut, maskapai penerbangan lainnya terus melakukan perubahan rute atau membatalkan jadwal terbang yang melewati area dekat zona peperangan.

Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index