Inara Rusli Cabut Laporan, Insanul Fahmi Respons Damai

Inara Rusli Cabut Laporan, Insanul Fahmi Respons Damai
Inara Rusli di Polda Metro Jaya, Senin (29/12/2025). [Foto: Kompas.com/Cynthia Lova]

JAKARTA – Inara Rusli resmi mencabut laporan yang sebelumnya diajukan terhadap Insanul Fahmi di Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan yang berujung pada pernikahan siri.

Kuasa hukum Inara, Lechumanan, menyampaikan bahwa keputusan kliennya untuk menarik laporan tersebut menjadi bukti adanya rasa sayang Inara kepada Insanul Fahmi.

"Ya, bahwa ini sebenarnya membuktikan bahwa memang sayang lah klien saya kepada Mas Insan," kata Lechumanan seperti diberitakan detikHot pada Senin (2/3).

"Ya kan? Berarti rasa sayangnya itu sudah enggak bisa diukur lagi lah dengan apapun, ya."

Lebih lanjut, Lechumanan meminta Insanul Fahmi yang turut hadir saat itu agar lebih terbuka dan bijaksana dalam menyikapi keadaan di sekitarnya.

"Jadi saya juga minta ya Mas Insan, kamu harus buka matamu lebar-lebar ya, yang enggak ada guna kamu tinggalin. Ya, yang berguna kamu lanjutkan," ujar Lechumanan.

Di sisi lain, Insanul Fahmi menyambut baik pencabutan laporan tersebut dan menegaskan bahwa dirinya selalu mengedepankan penyelesaian secara damai.

"Bagaimanapun saya berusaha untuk mengutamakan perdamaian untuk semua pihak," ucap Insanul Fahmi.

Sebelumnya, pada Desember 2025, Inara Rusli melaporkan Insanul Fahmi ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan yang berkaitan dengan pernikahan siri di antara keduanya.

"Hari ini kami melakukan pelaporan ya, atas dugaan penipuan yang dialami oleh klien kami, yang mana ini kami menduga inisial IF, karena di situ ada tipu muslihat yang ditemukan," kata kuasa hukum Inara saat itu, Hamrin.

"Tadi kami lampirkan bukti bukti yang ada. Semoga ini bisa ada titik terang dan tidak ada lagi persoalan-persoalan yang membawa kegaduhan. Terima kasih mohon maaf cukup sampai di situ," tutur dia.

Pada Februari 2026, Inara Rusli menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersakiti atas sikapnya selama ini, terutama kepada anak-anaknya.

Permintaan maaf tersebut disampaikan sebagai bentuk pengakuan atas keterbatasan diri dan proses belajar yang sedang dijalani.

Ia menegaskan bahwa permintaan maaf itu bukan semata-mata untuk memperoleh pengampunan dari orang lain, melainkan juga sebagai upaya berdamai dengan diri sendiri.

"Teruntuk hati-hati yang pernah tersakiti, maafkan. Maaf ini bukan hanya sekedar ingin dimaafkan, tapi juga langkah untuk mengampuni diriku sendiri," ucapnya. “Agar aku bisa berdamai, belajar dari kesalahan, dan melangkah lebih ringan.”

Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index