Tips Mencegah Gula Darah Turun Drastis atau Hipoglikemia saat Puasa

Tips Mencegah Gula Darah Turun Drastis atau Hipoglikemia saat Puasa
Ilustrasi. [Foto: PEXELS]

JAKARTA – Berpuasa mengakibatkan tubuh tidak memperoleh asupan makanan serta minuman selama berjam-jam. Bagi sejumlah orang, kondisi ini dapat memperbesar risiko hipoglikemia atau penurunan gula darah secara drastis.

Hipoglikemia terjadi saat kadar gula darah berada di bawah 70 mg/dL. Glukosa merupakan sumber energi utama tubuh, khususnya bagi otak.

Apabila kadarnya terlalu rendah, tubuh mulai memperlihatkan gejala yang mengganggu bahkan berbahaya jika tidak segera ditangani. Selama berpuasa, tubuh memanfaatkan cadangan energi yang tersimpan.

Jika porsi sahur terlalu sedikit, melewatkan sahur, konsumsi karbohidrat sangat minim, hingga melakukan aktivitas fisik terlalu berat pada siang hari, maka kadar gula darah dapat merosot lebih cepat.

Hal ini sangat berisiko bagi penderita diabetes yang memakai insulin atau obat penurun gula darah, serta mereka yang makan tidak teratur atau memiliki gangguan hati.

Gejala hipoglikemia dapat muncul tiba-tiba dengan sensasi "drop" mendadak seperti gemetar, keringat dingin, jantung berdebar, pusing, lemas, rasa lapar hebat, hingga yang terparah adalah pingsan.

Apabila gejala muncul secara signifikan saat puasa, hal tersebut bukan sekadar lapar biasa, melainkan bisa menjadi tanda gula darah terlalu rendah.

Saat menjalankan puasa, terdapat beberapa kelompok yang wajib lebih waspada terhadap hipoglikemia, di antaranya:

• Penderita diabetes, terutama pengguna insulin.
• Orang yang memiliki riwayat hipoglikemia sebelumnya.
• Mereka dengan penyakit hati atau gangguan hormon.
• Orang yang sering melewatkan makan atau menjalani diet ekstrem.

Dalam kondisi hipoglikemia, keselamatan jauh lebih utama dibandingkan melanjutkan puasa. Secara medis, kadar gula darah yang rendah harus segera dinaikkan menggunakan karbohidrat cepat serap seperti jus buah, madu, permen glukosa, atau gula.

Oleh karena itu, agar puasa tetap aman, terdapat beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan:

• Jangan melewatkan waktu sahur.
• Pilih karbohidrat kompleks (nasi merah, gandum utuh) supaya energi bertahan lebih lama.
• Kombinasikan dengan asupan protein dan serat.
• Hindari melakukan olahraga berat pada siang hari.
• Bagi penderita diabetes, konsultasikan pengaturan obat dengan dokter sebelum memasuki bulan Ramadan.

Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index