Telecoference dengan Massa Reuni 212, Rizieq Bahas Pelengseran Ahok dan 9 Naga

Habib Rizieq Jelang Reuni 212 (Foto: Youtube Front TV)
Loading...

Dalam aksi Reuni Akbar 212 di Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019), nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ikut disebut-sebut, salah satunya oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Melalui teleconference dari Makkah, Rizieq menyebut peristiwa pelengseran Ahok harus menjadi penyemangat untuk tetap melawan aksi penistaan agama.

"Ingat dan belajarlah dari sejarah Aksi Belas Islam berjilid-jilid di 2016 dan 2017. Ingat bagaimana Ahok penista agama lengser dan longsor karena adanya anugerah pertolongan Allah SWT. Ini lantaran keikhlasan umat Islam Indonesia melawan arogansi rezim zalim," ucapnya kepada para peserta aksi.

Diterangkannya, Ahok dengan segala kekuatan di belakangnya tetap runtuh sebab keikhlasan umat untuk berjuang. Ia pun menyebut Ahok mendapat dukungan di dalam maupun luar negeri, yakni dibela Panglima TNI, dilindungi KPU dan KPK, hingga dikampanyekan media nasional, serta didanai oleh sembilan naga merah.

"Semua kekuatan pendukung Ahok penista agama rontok. Inilah pertolongan Allah kepada umat Islam. Kenapa? Karena ketika itu berjuang ikhlas, sabar, dan bersatu berjuang bersama melawan kezaliman," jelasnya.

Ia pun memerintahkan para peserta Reuni 212 untuk tidak pernah berhenti membela agama, bangsa, dan negara setelah belajar dari lengsernya Ahok. Ditambahkannya, di negara Indonesia saat ini telah terjadi aneka ragam penodaan agama. Ia lantas menyinggung kasus Sukmawati Soekarnoputri yang saat ini dianggap menghina Nabi Muhammad SAW.

"Ada yang membandingkan rasul dengan ayahnya, dia merasa ayahnya merasa lebih baik. Ada juga yang menggambarkan masa kecil nabi dekil kumel tidak terurus," sebutnya.

"Ini penodaan agama dan banyak peristiwa penodaan agama lainnya," tuturnya.

"Jika terjadi penodaan agama, menghina Allah atau Rasul, atau melecehkan Alquran, maka kita serukan kepada seluruh umat Islam memproses secara hukum karena negara Indonesia adalah negara hukum," sambungnya.

Rizieq sendiri sebelumnya sempat menyinggung persoalan mengenai kesulitannya pulang ke Indonesia. Rizieq sendiri hingga kini masih berada di Arab Saudi sejak meninggalkan tanah air pada 2017.

"Kapan pengasingan berakhir? Jangan tanya ke saya, jangan tanya ke DPP FPI, jangan ke GNFP, ulama atau 212. Jangan ke Saudi (pemerintah Arab Saudi), tanyalah otoritas pemerintah Indonesia yang menggelar sinetron pengasingan dalam kemasan pencekalan," bebernya.(but)



Loading...




[Ikuti Terus Kawula.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar