JAKARTA – Jang Won-young IVE mendapatkan kritik tajam dari warga China usai menyebut Hong Kong sebagai sebuah negara.
Pernyataan tersebut terlontar dalam video di balik layar (behind-the-scenes) saat grup IVE menyambangi Hong Kong untuk menghadiri sebuah ajang penghargaan.
Video itu, sebagaimana dikutip dari Korea Times pada Senin (5/1/2026), sempat ditayangkan melalui saluran YouTube resmi IVE. Di dalam video tersebut, Jang Won-young berujar, "Kami harus makan malam yang enak."
"Saya suka Hong Kong. Ada banyak makanan enak. Hong Kong adalah salah satu negara yang saya sukai," tuturnya.
Pasca video tersebut dipublikasikan, sejumlah pengguna media sosial di China melayangkan protes karena Wonyoung mengategorikan Hong Kong sebagai "negara."
Tiongkok memegang teguh prinsip One China, yang mendefinisikan Hong Kong sebagai wilayah administratif khusus milik mereka.
Ucapan Jang Won-young dianggap bertolak belakang dengan posisi tersebut, sehingga dengan cepat menyulut kecaman di dunia maya.
Korea Selatan secara resmi tidak menganggap Hong Kong sebagai negara berdaulat, baik Korea Utara maupun Korea Selatan, serupa dengan komunitas internasional lainnya, mengakui Hong Kong sebagai Daerah Administratif Khusus (SAR) China yang dikelola lewat prinsip "satu negara, dua sistem".
Walaupun menjaga relasi tersendiri yang berbeda dengan Hong Kong demi kepentingan perdagangan dan budaya, Korea Selatan menghormati kedaulatan China atas wilayah itu, sesuai kesepakatan pada 1997.
Pada berbagai platform media sosial China, tagar-tagar terkait seperti "#JangWonyoungHongKongCountry," "#IVEGetOutofChina," dan "#KoreanIdolsHistoryEducation" menjadi viral, bahkan beberapa pengguna mendesak adanya boikot terhadap konten-konten yang berhubungan dengan IVE.
Media lokal pun turut mempertajam kontroversi ini. Sina Entertainment menyebutkan bahwa komentar tersebut merupakan "tantangan nyata terhadap kedaulatan dan integritas wilayah China."
Sementara itu, Global Times menyatakan bahwa idola Korea meraup keuntungan dari konsumsi para penggemar China namun tidak menghargai kedaulatan negara tersebut, sembari menambahkan bahwa mereka minim pemahaman atas sensitivitas politik walaupun menyadari krusialnya pasar China.
Video di balik layar yang memuat pernyataan Jang Won-young kini telah diubah statusnya menjadi privat, namun reaksi negatif masih terus mengalir, dan perhatian saat ini tertuju pada bagaimana perkembangan sentimen publik di China ke depannya.
Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News