JAKARTA – Perusahaan fintech peer-to-peer (P2P) lending, PT Cicil Solusi Mitra Teknologi (Cicil) membukukan penyaluran dana sebesar lebih dari Rp1,9 triliun selama tahun 2025.
Direktur Cicil, Oki Surya, memaparkan bahwa angka penyaluran tersebut mengalami kenaikan sebesar 111,48% secara tahunan (YoY).
“Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya permintaan pendanaan produktif sekaligus efektivitas strategi penyaluran Cicil di tengah dinamika industri fintech pendanaan,” tuturnya dalam keterangan tertulis, dikutip pada Kamis (19/2/2026).
Oki menambahkan bahwa sampai Januari 2026, total akumulasi penyaluran dana perusahaannya sudah mencapai angka lebih dari Rp3,36 triliun.
Oki menegaskan kenaikan penyaluran pendanaan tersebut tetap dibarengi dengan pengelolaan risiko yang hati-hati (prudent). Hal ini terbukti dari tingkat keberhasilan pengembalian (TKB90) Cicil yang secara konsisten terjaga di atas level 95%.
“Pertumbuhan penyaluran dana dan outstanding ini menjadi indikator positif atas strategi Cicil yang mengedepankan kualitas. Kami memastikan setiap pertumbuhan tetap dibarengi dengan manajemen risiko yang disiplin serta pemantauan portofolio yang ketat,” tegas Oki.
Oki juga memaparkan bahwa dari sisi pemberi dana, Cicil mencatatkan kenaikan partisipasi, baik dari lender ritel maupun institusi, seiring dengan menguatnya kepercayaan terhadap kinerja serta transparansi platform.
“Saat ini Cicil memiliki total lebih dari 1.000 pemberi dana dan lebih dari 62.000 penerima dana dengan tetap memprioritaskan pembiayaan ke sektor-sektor produktif dan sektor riil lainnya,” ucapnya.
Maka dari itu, Oki menyebut pinjol yang berdiri sejak 2016 ini akan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, serta perlindungan bagi para pengguna.