JAKARTA – Prabowo Subianto menyampaikan pesan serta arahan kepada para menteri terkait persiapan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
Presiden menekankan agar aspek keselamatan selama arus mudik Lebaran 2026 menjadi prioritas utama. Prabowo juga meminta seluruh kementerian dan lembaga melakukan persiapan secara matang menjelang masa libur mudik Lebaran.
"Kami yakinkan bahwa mudik tahun ini berjalan dengan baik, aman, nyaman dan penuh kegembiraan," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).
Jangan ada antrean mudik
Di hadapan para menteri Kabinet Merah Putih, Prabowo menegaskan agar tidak terjadi antrean di berbagai titik perjalanan, mulai dari rest area, bandara, stasiun, hingga pelabuhan.
Presiden secara tegas mengingatkan jajaran pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Secara khusus, Prabowo juga memberi pesan kepada Dudy Purwagandhi selaku Menteri Perhubungan agar kebijakan diskon tarif angkutan umum dapat dijalankan secara optimal.
Selain itu, Presiden menginstruksikan Panglima TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk mengerahkan TNI dan Polri guna membantu kelancaran mudik tahun ini.
Menurut Presiden, Polri serta TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Darat memiliki kapal yang dapat dimanfaatkan untuk membantu pelaksanaan mudik.
Kepala negara juga memberikan arahan kepada para menteri yang menangani sektor pangan agar memastikan ketersediaan BBM, pasokan listrik, hingga jaringan internet tetap terjaga.
Ia menekankan bahwa berbagai kebutuhan masyarakat selama masa libur Idul Fitri harus terus diupayakan.
"Ini adalah lebaran kedua pemerintahan kami. Menko Pangan, Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian, pastikan agar pasokan pangan stabil dan aman dan harga-harga bisa kami jaga," tegasnya.
Bansos hingga insentif masyarakat
Dalam rapat yang sama, Prabowo juga meminta Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan penyaluran bantuan sosial berjalan dengan baik.
Terutama terkait tambahan bantuan pangan untuk 35 juta keluarga penerima manfaat pada kelompok desil 1, 2, 3, dan 4 agar tersalurkan secara tepat sasaran.
Prabowo juga meminta kementerian dan lembaga terkait mempercepat realisasi belanja prioritas pemerintah yang ditujukan kepada masyarakat.
Belanja prioritas tersebut antara lain mencakup program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) serta bantuan stimulan perumahan swadaya.
Kepada Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Presiden juga meminta agar aktif memantau langsung kondisi destinasi wisata.
THR harus tepat waktu
Selain itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierly, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri Investasi Rosan Roeslani juga menerima arahan khusus dari Presiden.
Prabowo meminta agar tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN), baik di tingkat pusat maupun daerah, dibayarkan tepat waktu.
Presiden juga menaruh perhatian pada bantuan hari raya (BHR) bagi pengemudi transportasi daring.
"Kami juga bersyukur baru di pemerintahan kami pengemudi online mendapat bonus hari raya," ungkapnya
Presiden menginstruksikan para menterinya untuk memastikan bantuan tersebut benar-benar diterima oleh para mitra pengemudi transportasi online.
"Yakinkan bahwa yang kami tentukan harus sampai ke mereka, yaitu antara Rp 400.000 sampai dengan Rp 1,6 juta per orang," ucapnya.
Imbau rakyat tenang di tengah ketidakpastian global
Dalam Sidang Kabinet tersebut, Prabowo juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang di tengah ketidakpastian global yang terjadi saat ini.
Presiden menegaskan bahwa Indonesia masih memiliki kekuatan untuk menjaga stabilitas serta mengendalikan situasi yang ada.
"Kami masih punya kekuatan dan kemampuan sehingga roda kehidupan jangan sampai terhenti, situasi secara garis besar masih bisa kami kendalikan," kata Prabowo.
Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News