JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai outstanding pembiayaan fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) yang disalurkan ke sektor produktif mengalami peningkatan.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menyampaikan bahwa outstanding pembiayaan produktif fintech lending mencapai Rp33,30 triliun per Januari 2026. Angka tersebut naik 32,52% secara bulanan atau month to month (mtm).
"Porsinya sebesar 33,80% dari total outstanding industri fintech lending," katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, dikutip pada Sabtu (7/3/2026).
Agusman menjelaskan kenaikan tersebut menunjukkan adanya dorongan yang terus dilakukan untuk meningkatkan kontribusi fintech lending terhadap sektor produktif.
Di sisi lain, Agusman juga sempat menyinggung sejumlah tantangan dalam meningkatkan pembiayaan ke sektor produktif, seperti keterbatasan data terkait kelayakan usaha serta infrastruktur pendukung yang belum memadai.
Untuk mengatasi hal tersebut, industri fintech lending didorong memperkuat kemitraan lintas sektor serta memanfaatkan data alternatif guna meningkatkan kualitas penyaluran pembiayaan.
Walaupun mengalami peningkatan, porsi penyaluran pembiayaan fintech lending ke sektor produktif per Januari 2026 yang mencapai 33,80% masih berada di bawah target yang tercantum dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) periode 2023–2028.
Dalam roadmap tersebut, porsi pembiayaan produktif ditargetkan mencapai 40% hingga 50% pada periode 2025 sampai 2026.
Sebagai informasi, secara keseluruhan kinerja industri menunjukkan outstanding pembiayaan fintech P2P lending mencapai Rp98,54 triliun per Januari 2026. Nilai tersebut tercatat meningkat 25,52% secara tahunan atau year on year (YoY).
Sementara itu, tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 pada fintech P2P lending per Januari 2026 berada di level 4,38%. Angka tersebut sedikit meningkat dibandingkan posisi Desember 2025 yang tercatat sebesar 4,32%.
Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News