JAKARTA – Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), selaku asosiasi payung industri fintech nasional dan mitra resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK), memperingati satu dekade perjalanannya.
AFTECH dibentuk atas kesadaran bahwa kemajuan fintech memerlukan wadah kolektif untuk menjembatani inovasi, tata kelola, serta kepentingan konsumen sejak awal industri ini berkembang.
Sejak didirikan oleh 6 (enam) founder, AFTECH dirancang sebagai organisasi yang menaungi berbagai model bisnis fintech.
Organisasi ini berfungsi sebagai titik temu antara pelaku industri, regulator, dan masyarakat demi memberikan dampak positif bagi ekonomi nasional melalui peningkatan inklusi keuangan.
Momentum sepuluh tahun ini menegaskan komitmen AFTECH bersama pelaku industri dalam memperkuat literasi keuangan yang inklusif, meningkatkan keamanan ekosistem digital, serta memastikan manfaat fintech bagi masyarakat dan sektor riil.
Perayaan HUT ke-10 AFTECH ini menjadi titik konsolidasi bagi pelaku usaha, regulator, dan pemangku kepentingan untuk menjawab tantangan industri serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan menuju satu dekade ke depan.
Tujuannya adalah menjadikan fintech sebagai pendukung efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih tinggi.
Selama sepuluh tahun terakhir, fintech berkembang pesat sebagai bagian dari transformasi ekonomi digital nasional. Namun, hasil Annual Members Survey (AMS) AFTECH 2024–2025 menunjukkan adanya tantangan struktural.
Pengguna fintech masih terpusat di Jabodetabek (73,77 persen), sementara masyarakat berpenghasilan rendah Rp0–5 juta masih sulit mengakses layanan keuangan digital.
Dari aspek keamanan, 27,12 persen perusahaan fintech melaporkan serangan phishing pada 2025, dan 82,98 persen menganggap fraud eksternal sebagai risiko utama.
Selain itu, meski 43,44 persen perusahaan aktif dalam program edukasi, sebanyak 59,02 persen pelaku industri menilai rendahnya literasi keuangan masih menjadi hambatan terbesar bagi inklusi.
Ketua Umum AFTECH, Pandu Sjahrir, menyatakan bahwa HUT ke-10 AFTECH merupakan momentum penting untuk mengalihkan fokus dari pertumbuhan menuju kualitas, tata kelola, dan dampak.
Menurut Pandu Sjahrir, pelaku usaha anggota AFTECH kini menyatukan komitmen untuk mendorong inovasi, menjaga kepercayaan, serta menata masa depan industri.
“Sepuluh tahun AFTECH bukan hanya tentang perjalanan industri, tetapi tentang tanggung jawab kolektif. Fintech harus dimanfaatkan secara benar, aman, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM, petani, nelayan, dan pekerja sektor riil. Jika kami ingin berkontribusi pada target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen, maka inovasi keuangan digital 1 (satu) dekade kedepan harus hadir sebagai enabler yang efisien dan efektif bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan membawa solusi, bukan menjadi sumber masalah,” ujar Pandu Sjahrir, dikutip dari keterangan resminya, Kamis (12/2/2026).
Luncurkan Chatpindar
Pada kesempatan yang sama, AFTECH bersama Easycash meluncurkan Chatpindar.com, sebuah inovasi literasi keuangan digital berbasis web.
Teknologi AI large language model ini digunakan untuk menjawab pertanyaan masyarakat mengenai industri pinjaman daring melalui format percakapan.
Inisiatif ini merupakan upaya nyata AFTECH dalam menyediakan edukasi keuangan yang selalu aktif, mudah diakses, relevan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Chatpindar.com lahir dari kesadaran bahwa literasi keuangan tidak bisa hanya disampaikan lewat seminar online, offline atau konten edukasi. Melalui kanal ini, masyarakat bisa terus mencari jawaban yang kredibel dari pertanyaan yang timbul di luar sesi literasi keuangan. Chatpindar adalah bukti bahwa HUT ke-10 AFTECH bukan seremoni, tetapi langkah nyata untuk menjembatani kesenjangan literasi,” kata Pandu Sjahrir.
Chatpindar dirancang sebagai sarana edukasi yang memungkinkan masyarakat bertanya langsung soal pinjaman daring, seperti membedakan platform berizin dengan pinjol ilegal, dampak gagal bayar, hingga topik praktis terkait limit dan tenor.
Masyarakat juga dapat menanyakan perihal verifikasi data, keamanan pribadi, serta detail penagihan seperti denda, biaya layanan, dan waktu pencairan.
Layanan ini mendukung penggunaan bahasa sehari-hari dengan jawaban yang akurat dan kontekstual. Chatpindar.com diharapkan membantu masyarakat mengambil keputusan finansial yang lebih bijak, meski perlu diingat bahwa situs ini adalah fasilitas edukasi, bukan referensi hukum atau layanan pelanggan platform tertentu.