Prabowo Hadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU, Kenang Peran Kiai dalam Kemerdekaan

Senin, 09 Februari 2026 | 10:32:44 WIB
Presiden Prabowo menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Malang, Minggu (8/2/2026). [Foto: Dokumen Presiden RI]

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada keluarga besar Nahdlatul Ulama atas undangan serta sambutan dalam agenda Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan di Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026).

Prabowo menyatakan kehadirannya dalam peringatan satu abad NU tersebut merupakan sebuah kehormatan. Ia menilai Mujahadah Kubro sebagai acara yang istimewa dan mulia, serta mencerminkan kekuatan spiritual dan kebangsaan NU.

Setiap berada di tengah warga NU, Prabowo mengaku selalu merasakan kebahagiaan serta semangat. Menurutnya, NU memancarkan kesejukan, semangat persatuan, kebersamaan, serta tekad untuk menjaga kedamaian bangsa.

“Saya merasakan semangat persatuan, semangat guyub, dan harapan atas kekuatan negara yang adil,” ujar Prabowo, Minggu (8/2/2026).

Presiden Ke-8 RI itu juga menyoroti peran besar kalangan perempuan NU. Ia mengaku terkesan dengan kekuatan dan semangat para Ibu-Ibu NU yang menurutnya menjadi energi tersendiri dalam menjaga soliditas organisasi serta bangsa.

Prabowo menegaskan, selama 100 tahun kiprahnya, NU telah membuktikan diri sebagai pilar penting kebesaran bangsa Indonesia. Ia menyebut NU selalu tampil ketika negara menghadapi situasi genting dan membutuhkan pengabdian.

Dalam pidatonya, Prabowo juga mengingatkan peran historis Jawa Timur dan Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Meski proklamasi kemerdekaan dilakukan di Jakarta, ia menilai ujian sejati kemerdekaan terjadi di Surabaya dan sekitarnya melalui pertempuran melawan kekuatan asing.

Menurut Prabowo, rakyat Jawa Timur yang dipimpin para kiai dan ulama telah membuktikan bahwa bangsa Indonesia tidak lagi mau tunduk pada penjajahan. Peristiwa tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah perjuangan nasional.

Presiden menegaskan NU selama ini konsisten memberi teladan dalam menjaga persatuan. Ia menekankan tidak ada bangsa yang dapat maju dan kuat apabila para pemimpinnya tidak rukun.

“Oleh karena itu, saya selalu mengajak semua unsur bangsa untuk bersatu. Kami boleh bersaing, berbeda pendapat, dan berdebat, tetapi pada akhirnya semua pemimpin harus rukun dan menjaga persatuan serta kesatuan,” kata Prabowo.

Terkini