Prabowo Ajak Tokoh Ormas Islam ke Istana Bahas Geopolitik dan Buka Bersama

Prabowo Ajak Tokoh Ormas Islam ke Istana Bahas Geopolitik dan Buka Bersama
Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Agaman Nasaruddin Umar. [FOTO: Instagram.com/@nasaruddin_umar]

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto akan mengundang tokoh-tokoh agama Islam, mulai dari organisasi kemasyarakatan hingga pimpinan pondok pesantren ke Istana Kepresidenan malam ini, Kamis (5/3/2026).

Kegiatan ini kabarnya merupakan kelanjutan upaya presiden dalam memberikan penjelasan tentang sikapnya serta pemerintah dalam menanggapi dinamika geopolitik, terutama pasca Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan pertemuan tersebut sekaligus diikuti dengan agenda buka puasa bersama antara Kepala Negara dengan tokoh-tokoh agama Islam.

"Seperti biasa, ya biasa seperti yang sering diundang itu, tokoh-tokoh agama. Ya ormas-ormas Islam, pimpinan-pimpinan pondok, sesuai dengan kapasitas yang ditampung oleh ruangan yang ada," ujar Nasaruddin.

Dikonfirmasi secara terpisah, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Ahmad Muzani mengatakan Prabowo ingin mendengarkan masukan-masukan dari para tokoh agama pada pertemuan tersebut.

Namun, rencananya Prabowo juga akan menyampaikan pandangannya, termasuk mengenai situasi geopolitik yang tengah memanas akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

"Intinya kami diminta untuk tetap menjaga persatuan, kesatuan, kebersamaan dan kami harus tetap menjaga ukhuwah sesama agama, ukhuwah sesama Islam, ukhuwah sesama antar bangsa supaya ada kedamaian, keharmonisan dunia ini bisa kami jaga," ujar Muzani.

Sebelumnya, Prabowo lebih dulu memanggil para tokoh politik nasional yaitu para presiden dan wakil presiden terdahulu.

Dalam kegiatan tersebut hadir Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY); Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi); Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla; dan Wapres ke-11 Boediono.

Dalam kegiatan yang sama, Prabowo juga mengundang para mantan menteri luar negeri, mantan wakil menteri luar negeri, dan para ketua umum partai politik yang memiliki kursi di DPR.

Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index