JAKARTA – Grand Canyon di Amerika Serikat (AS) diakui sebagai salah satu dari tujuh keajaiban alam dunia.
Namun, Anda tidak perlu pergi jauh ke AS, sebab di Jombang terdapat “duplikat” Grand Canyon versi mini yang tidak kalah memikat.
Grand Canyon merupakan ngarai tebing indah dari batuan berwarna-warni di sepanjang aliran Sungai Colorado. Tanpa perlu ke Arizona, Indonesia memiliki versi mininya di Jawa Timur.
Lokasi ini populer dengan nama Kedung Cinet. Tersembunyi di tengah hutan jati, keajaiban alam ini menawarkan ngarai sempit dengan dasar aliran sungai yang jernih.
Dilansir dari detiktravel, Jumat (13/2/2026), formasi batu kapur di sana tampak eksotis, sekilas menyerupai Grand Canyon di AS namun dalam skala jauh lebih kecil. Oleh sebab itu, masyarakat menjuluki Kedung Cinet sebagai “Grand Canyon Mini”.
Ngarai batu kapur ini terbentuk secara alami akibat kikisan air sungai yang mengalir terus-menerus.
Hasilnya, saat ini lokasi tersebut menyajikan tebing kapur bercelah sempit yang sangat menawan. Tempat ini kian tampak seperti lukisan dengan aliran sungai yang berwarna hijau.
"Kedung Cinet" dalam bahasa Jawa bermakna "kolam air di aliran sungai yang sepi dan tersembunyi". Nama tersebut sudah lama melekat di telinga masyarakat.
Sejak dahulu, tempat ini menjadi destinasi unggulan di Jombang yang kelestariannya tetap terjaga hingga kini. Kedung Cinet terbentuk seiring berjalannya waktu melalui proses geomorfologi.
Pakar geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Amien Widodo, turut menegaskan bahwa Kedung Cinet murni bentukan alam tanpa intervensi manusia.
"Secara geologi menyebutnya formasi pucangan. Dalam ilmu geologi, batuan ini dikelompokkan dalam bentuk formasi batuan. Nah, formasi batuan di Kedung Cinet ini lebih banyak batuan pasir, jika kepotong oleh sungai maka bentuknya akan seperti itu. Dari pengamatan geologi, memang Kedung Cinet ini alami dan murni karena adanya pengikisan juga. Tidak ada campur tangan manusia," jelas Amien.
Ngarai yang terbentuk di sana merupakan patahan akibat aktivitas tektonik. Namun, di Kedung Cinet sendiri belum dapat dipastikan apakah unsur patahan ini berasal dari patahan lempeng laut atau sekadar pengikisan air laut saja.
Terletak di Desa Pojok Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kedung Cinet tergolong destinasi hidden gem karena belum banyak diketahui khalayak luas.
Wisatawan yang berkunjung didominasi oleh pecinta alam serta pemburu fotografi. Walaupun harus menempuh medan yang sulit ditaklukkan, semua itu akan terbayar lunas saat menyaksikan keindahan pesona Kedung Cinet.
Akses menuju lokasi ini terbilang menantang karena berada di kawasan hutan milik Perhutani. Layaknya kawasan hutan, jalur di sana dipenuhi tanah terjal yang licin saat turun hujan.
Rutenya dimulai dengan melewati jalan desa, lalu dilanjutkan dengan trekking masuk ke dalam hutan jati Perhutani. Setelah menemukan lokasi ini di jantung hutan, pengunjung akan disambut dinding ngarai batuan kapur putih dengan celah sempit dan kolam hijau.
Selama di sana, pengunjung dapat mengeksplorasi aliran sungai, bermain air di kolam jernih kehijauan, hingga mengabadikan pesona Kedung Cinet dengan berfoto.
Jika berniat berkunjung, waktu yang paling disarankan adalah saat musim kemarau (sekitar Mei hingga September) karena akses jalan relatif lebih aman.