7 Destinasi Wisata Sejarah di Semarang yang Wajib Dikunjungi

7 Destinasi Wisata Sejarah di Semarang yang Wajib Dikunjungi
Kota Lama Semarang. [Foto: Laman resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Semarang]

JAKARTA – Semarang tidak hanya dikenal lewat kuliner seperti Lumpia Semarang atau kawasan ikonik Simpang Lima Semarang.

Sebagai salah satu kota pelabuhan tertua di Indonesia, Semarang menyimpan jejak sejarah yang panjang, bahkan beberapa bangunannya sudah berdiri sejak abad ke-17.

Menjelajahi kota ini terasa seperti melakukan perjalanan ke masa lalu. Arsitektur yang ada di Semarang memperlihatkan perpaduan gaya kolonial Eropa, budaya Tionghoa, serta unsur kearifan lokal yang membentuk karakter kota tersebut.

Daftar wisata sejarah di Kota Semarang

Bagi yang ingin berjalan-jalan sekaligus menambah pengetahuan atau mencari lokasi foto dengan nuansa klasik, berikut tujuh wisata sejarah di Semarang yang layak masuk daftar kunjungan.

1. Kota Lama Semarang (The Little Netherlands)

Kawasan Kota Lama Semarang sering disebut sebagai pusat sejarah kota. Wilayah ini dibangun pada abad ke-17 sebagai pusat administrasi dan perdagangan Belanda.

Hingga kini, deretan bangunan tua dengan arsitektur megah masih berdiri dan menciptakan suasana khas Eropa tempo dulu yang bisa dinikmati dengan berjalan kaki santai.

2. Gereja Blenduk (GPIB Immanuel)

Gereja Blenduk yang berada di kawasan Kota Lama merupakan salah satu bangunan paling terkenal di wilayah tersebut. Gereja ini pertama kali dibangun pada tahun 1753.

Ciri utamanya adalah kubah besar berwarna merah gelap yang dilapisi tembaga. Bentuk kubah yang cembung membuat masyarakat setempat menjulukinya “Blenduk”.

3. Lawang Sewu

Lawang Sewu dikenal luas sebagai bangunan dengan sebutan “seribu pintu”. Pada masa kolonial, gedung ini digunakan sebagai kantor pusat perusahaan kereta api Hindia Belanda, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij.

Dibangun pada awal abad ke-20, tempat ini tidak hanya menarik karena arsitekturnya yang megah dan simetris, tetapi juga karena kisah sejarah perkeretaapian yang melekat di dalamnya.

4. Kelenteng Sam Poo Kong

Sam Poo Kong merupakan kelenteng yang dibangun untuk menghormati Zheng He atau Laksamana Cheng Ho. Tempat ini sudah ada sejak abad ke-15 dan menjadi simbol akulturasi budaya di Semarang.

Bangunannya yang didominasi warna merah dengan ornamen naga sering dijadikan latar foto oleh pengunjung.

5. Masjid Agung Kauman

Masjid Agung Kauman Semarang berada di pusat kota dekat Pasar Johar Semarang. Masjid ini didirikan sekitar tahun 1749 dan dikenal sebagai salah satu masjid tertua di Semarang.

Atap bertumpang yang menjadi ciri arsitektur Jawa tradisional memperlihatkan kuatnya identitas religius masyarakat setempat sejak masa lampau.

6. Pagoda Avalokitesvara (Vihara Buddhagaya Watugong)

Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong berada di kawasan Watugong yang dikenal memiliki nilai spiritual tinggi. Walaupun dibangun pada masa yang lebih modern, pagoda ini memecahkan rekor MURI sebagai pagoda tertinggi di Indonesia.

Pemandangannya saat senja sering dianggap sebagai salah satu yang paling indah di Semarang.

7. Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah (MAJT)

Di kompleks Masjid Agung Jawa Tengah terdapat Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah yang menampilkan berbagai artefak tentang perjalanan Islam di Pulau Jawa.

Pengunjung juga dapat menikmati panorama Kota Semarang dari Menara Al-Husna yang memiliki ketinggian sekitar 99 meter.

Semarang memperlihatkan bahwa bangunan bersejarah bukan sekadar struktur lama, melainkan bagian dari perjalanan panjang kota yang masih dapat disaksikan hingga sekarang.

Berwisata ke tempat-tempat tersebut memberikan kesempatan untuk melihat langsung bagaimana sejarah terus hidup di tengah aktivitas kota modern.

Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index