LinkAja Prediksi Kebutuhan Esensial Ramadan Tingkatkan Transaksi QRIS

Jumat, 20 Februari 2026 | 11:16:01 WIB
Suasana kantor LinkAja, di kawasan SCBD, Jakarta. [Foto: Muhammad Fadli Rizal/kumparan]

JAKARTA – Tren pertumbuhan transaksi digital dan QRIS pada tahun 2025 memicu optimisme sejumlah perusahaan fintech terhadap target mereka tahun ini.

Salah satu momentum utama yang diprediksi akan mendorong kinerja transaksi digital adalah Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026.

PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja) menyebut bahwa momentum Ramadan dan Idulfitri selalu memberikan dampak positif bagi perusahaan.

Chief Executive Officer LinkAja, Yogi Rizkian Bahar, memproyeksikan volume transaksi pada periode ini akan meningkat sekitar 10% secara bulanan (MoM).

"Momentum Ramadan dan Idulfitri selalu memberikan dampak positif," ujarnya, dikutip pada Jumat (20/2/26).

Yogi menjelaskan bahwa proyeksi ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk dan jasa esensial selama Ramadan.

Transaksi yang lazim dilakukan meliputi pembelian pulsa, paket data, kebutuhan mudik seperti tiket transportasi dan BBM di MyPertamina, hingga belanja di merchant ritel menggunakan QRIS.

Data tahun lalu menunjukkan transaksi donasi digital mendominasi ekosistem LinkAja dengan porsi 70% selama Ramadan.

Oleh karena itu, tahun ini LinkAja bersama LinkAja Syariah meluncurkan program Buka Berkah Ramadan dengan menggandeng mitra seperti BAZNAS, Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, dan LAZISNU untuk memudahkan masyarakat beramal.

Optimisme serupa disampaikan oleh PT Amartha Mikro Fintek (Amartha). VP of PR Amartha, Harumi Supit, menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan kinerja akan menguat selama Ramadan dan terus berlanjut setelahnya.

"Kami optimistis momentum ini akan semakin menguat selama bulan Ramadan dan berlanjut setelahnya," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menilai Idulfitri sebagai momentum peningkatan konsumsi yang mampu mendorong penggunaan QRIS.

"Apalagi ketika momen Idul Fitri nanti ada peningkatan konsumsi yang saya rasa akan mendorong penggunaan QRIS," ujarnya, dikutip pada Jumat (20/2/2026).

Menurut Nailul, saat Idulfitri masyarakat berkumpul dalam jumlah besar sehingga risiko tindak kejahatan seperti pencopetan berpotensi meningkat.

Hal ini mendorong masyarakat lebih memilih dompet digital atau QRIS dibandingkan uang tunai sebagai langkah keamanan. Selain itu, transaksi perdagangan daring juga diperkirakan ikut tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Terkini