JAKARTA – Membunyikan leher telah menjadi kegemaran bagi sebagian orang guna mengurangi rasa kaku atau dilakukan kala sedang stres, tetapi dampak jangka panjangnya mulai dari risiko cedera leher sampai pemicu stroke jarang diperhatikan.
Melansir laporan Hindustan Times, Jumat (16/1/2026), dokter spesialis Anestesiologi dan Pengobatan Nyeri Intervensional Dr. Kunal Sood, MD, menjelaskan bahwa suara letupan yang umumnya muncul tersebut sebenarnya bukan merupakan bahaya utama.
“Rasa lega sementara itu berasal dari peregangan sendi yang cepat dan pelepasan gelembung gas dalam cairan sinovial. Suara yang Anda dengar tidak berbahaya dengan sendirinya,” katanya.
Sood memberikan penekanan bahwa ancaman yang nyata muncul saat leher berkali-kali dipaksa untuk bergerak melewati batas normalnya.
Seiring berjalannya waktu, tindakan ini mampu melonggarkan ligamen serta merusak stabilitas tulang belakang leher, yang memicu gerakan yang lebih tidak terkontrol ketika terjadi putaran mendadak.
Ketika kondisi stabilitas menurun, bagian-bagian di dalam leher pun menjadi semakin rawan.
“Gerakan leher yang tajam atau kuat dapat memberikan tekanan geser abnormal pada arteri vertebralis dan karotis yang melewati leher,” kata Dr. Sood.
Pada sejumlah kasus yang langka, tekanan ini dapat mengakibatkan komplikasi yang berat. Bagian lapisan dalam arteri bisa mengalami robekan, sebuah kondisi medis yang disebut sebagai diseksi arteri serviks.
Saat hal tersebut terjadi, darah dapat menumpuk di area yang cedera, menciptakan gumpalan, dan berpeluang menuju ke otak sehingga menghambat aliran darah dan memicu terjadinya stroke.
“Sebagian besar orang yang membunyikan lehernya tidak akan pernah mengalami hal ini. Namun, mekanismenya telah didokumentasikan dengan baik, itulah sebabnya manipulasi leher yang berulang dan kuat, terutama manipulasi sendiri, tidak disarankan,” tambahnya.
Sood menuturkan terdapat pilihan yang lebih aman guna menangani leher yang kaku, yakni lewat latihan mobilitas yang ringan, perbaikan postur tubuh, penguatan otot yang terarah, atau terapi spesifik, ketimbang membunyikan leher secara agresif.