JAKARTA – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memberikan penjelasan mengenai rencana pengiriman beras ke Malaysia dan sejumlah negara lain pada tahun ini.
Ahmad Rizal menyampaikan bahwa Bulog secara prinsip sudah siap mengekspor beras, selama terdapat penugasan serta koordinasi antar kementerian.
"Kami siap dalam arti tinggal kami melihat potensi dari negara mana yang akan diekspor tersebut. Nah potensi ini kami menunggu dari informasi Kementerian Perdagangan karena yang bisa berkomunikasi dengan negara antar negara adalah Kementerian Perdagangan," ujar Ahmad Rizal di Kantor BNPB di Jakarta, dikutip pada Sabtu (10/1/2026).
Saat dikonfirmasi mengenai volume beras yang akan dikirim ke luar negeri, Ahmad Rizal menerangkan bahwa Menteri Pertanian sudah memberi instruksi agar Bulog menyediakan stok ekspor hingga 1 juta ton.
"Kalau tadi pagi arahan dari Pak Mentan kita siapkan untuk ekspor 1 juta ton," terang Ahmad Rizal.
Adapun ketersediaan stok beras dinilai masih memadai meskipun ekspor dijalankan. Kondisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini menyentuh angka 3.351.900 ton.
Jumlah tersebut diprediksi terus meningkat lantaran Bulog memiliki target untuk menyerap beras dari petani domestik hingga 4 juta ton di tahun ini.
"Kami Bulog ditargetkan di tahun 2026 ini targetnya serapannya adalah 4 juta ton. Jadi kalau nambah 4 juta ditambah 3 juta, ya hampir 7 juta lebih nanti stok kami. Dengan 7 juta tersebut Insyaallah kita akan maksimalkan untuk dalam negeri dulu," jelas Ahmad Rizal.
"Kemudian kalau memang nanti ada potensi ekspor kami ke Timor-Leste atau Papua-Nugini atau bahkan ke Malaysia kita akan laksanakan ekspor sesuai dengan arahan Bapak Presiden maupun Bapak Menteri Pertanian selaku kepala Bapanas," tambahnya.
Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News