Ekonomi

Sejumlah Harga Pangan Naik, Masyarakat Mulai Panik

sumber : apahabar.com

Melonjaknya harga pangan di awal 2020 membuat sejumlah pelaku usaha kuliner panik. Pasalnya, kenaikan harga pangan  tidak berbanding lurus dengan pendapatan yang mereka terima.

Wahyudatun (27th), pemilik salah satu warung makan di kawasan Tangerang Selatan mengaku resah jika harga pangan naik. Pasalnya, ia tak mungkin menaikan harga dagangannya meski harga bahan pokok sudah melambung tinggi.

“Kita sebagai pedagang ya resah, panik, kalau sampai harga pangan naik. Modal yang dikeluarkan akan jadi lebih besar, untung jadi semakin sedikit. Sementara harga jual gak mungkin kami naikan. Kalau dinaikin pelanggan bisa pergi,” keluhnya saat dihubungi Kawula.id, Senin 17 februari 2020.

Seperti disitat dari laman CNN Indonesia (17/2), rata-rata harga bawang merah ukuran sedang pekan ini naik menjadi Rp42.350 per kilogramnya atau naik sekitar 4,7 persen jika dibandingkan dengan harga pekan lalu, yaitu Rp41.400 per kilogram.

Sementara, Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) melaporkan harga rata-rata bawang merah ukuran sedang di Jawa Tengah masih Rp23.750 per kilogram. Disusul Jambi Rp24.750 per kilogram. Namun, harga bawang merah ukuran sedang di wilayah timur menembus angka Rp63.750 per kilogram.

Tidak Meratanya Distribusi Pangan

Bawang merah bukanlah satu-satunya bahan pokok yang mengalami kenaikan harga. Cabai rawit hijau dilaporkan CNN Indonesia juga naik 4,07 persen menjadi Rp42.150 per kilogramnya. Padahal, harga pekan lalu hanya Rp41.750 per kilogramnya.

Kenaikan harga pangan di sejumlah daerah merupakan cermin tidak meratanya distribusi. Mengingat, di beberapa wilayah harga cabai di Tanjung, Kalimantan Selatan hanya Rp19 ribu per kilogram. Berbeda dengan wilayah Tarakan, Kalimantan Utara yang mencapai Rp86.250 per kilogram.

Bahan pangan lain yang mengalami kenaikan adalah minyak goreng. Harganya naik 1,35 persen atau menjadi Rp15 ribu untuk setiap kemasan bermerek 1. Kemudian untuk kemasan bermerek 2 naik 1,07 persen atau Rp14.150 per kilogram.

Harga daging sapi kualitas 2 diketahui melesat naik 3,5 persen  atau sekitar Rp116.700 per kilogram. Diikuti harga daging sapi kualitas 1 yang naik 0,37 persen atau Rp122.200 per kilogram.

Tak hanya daging sapi. Lonjakan harga juga terjadi pada daging ayam ras. Harga daging ayam ras diketahui naik menjadi Rp34.500 per kilogram atau sekitar 1,47 persen. Disusul harga telur ayam ras segar yang melesat naik menjadi Rp26.300 per kilogram atau 3,96 persen.

Meski demikian, ada pula harga-harga bahan pangan yang cenderung turun, seperti beras kualitas super dan beras kualitas medium, minyak goreng curah, bawang putih, cabai merah besar, cabai merah keriting, termasuk cabai rawit merah.

“Saya sebagai pelaku usaha kuliner berharap harga-harga bahan pangan di pasar tetap normal. Tidak naik. Jadi gak pusing juga,” kata Wahyudatun.

 

Penulis : Fatma Kumala







[Ikuti Terus Kawula.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar