JAKARTA – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mendampingi Menteri Ketenagakerjaan Yassierli melakukan peninjauan terhadap salah satu poin pelaksanaan program Magang Nasional di perusahaan swasta PT Paragon, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Teddy mengutarakan bahwa para partisipan Magang Nasional 2025 bakal memperoleh beragam faedah melalui program ini. Salah satunya adalah perolehan pengalaman serta keahlian dalam bekerja.
"Peserta magang akan mendapat banyak sekali manfaat, antara lain mendapat pengalaman dan keterampilan bekerja, juga mendapat pembimbingan serta pelatihan dari mentor," ujar Teddy dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Ia menambahkan, partisipan Magang Nasional juga memperoleh kompensasi berupa uang saku atau upah yang besarannya diselaraskan dengan Upah Minimum Kota/Kabupaten di lokasi tempat magang tersebut berada.
Bagi Teddy, rekam jejak magang di korporasi berskala nasional bakal menjadi modal berharga ketika para peserta menyelesaikan studi dan masuk ke dunia kerja sebagai tenaga profesional.
Di lingkungan Paragon sendiri, tercatat ada lebih dari 175 personel Magang Nasional dari Kementerian Ketenagakerjaan yang telah menjalani masa kerja selama dua bulan.
Berdasarkan keterangan pimpinan perusahaan Paragon, para peserta magang memiliki kemampuan adaptasi yang sangat cepat, mampu melakukan inovasi kreatif mengikuti dinamika zaman, serta memberikan kontribusi nyata dalam mendongkrak produktivitas dan memenuhi ekspektasi pelanggan.
Program Magang Nasional 2025 tercatat diikuti oleh 100.000 partisipan hingga periode pertengahan tahun ini. Pada tahun 2026 ini, kuota minimal 100.000 peserta magang rencananya akan kembali dibuka pada tengah tahun mendatang.
Lewat kehadiran program ini, para pencari kerja baru atau fresh graduate bisa berkompetisi untuk mendapatkan pekerjaan pertama mereka.
Di sisi lain, perusahaan-perusahaan pun diuntungkan dengan kehadiran tenaga magang yang biaya operasionalnya ditanggung oleh pemerintah.
Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News