JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tengah memantapkan jalinan kerja sama pada sektor riset serta pendidikan tinggi dengan pemerintah Singapura.
Beraneka peluang kemitraan yang meliputi pertukaran pelajar dan pengajar, penelitian bersama, peningkatan mutu sumber daya manusia, hingga pengembangan sektor strategis seperti kecerdasan buatan (AI), nanoteknologi, energi terbarukan, serta kelestarian lingkungan menjadi topik utama dalam diskusi antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dengan Duta Besar Singapura untuk Indonesia Kwok Fook Seng di Jakarta pada Rabu (31/12/2025).
"Kami benar-benar ingin belajar banyak hal dari Singapura, khususnya bagaimana mengembangkan universitas dan riset. Kami ingin membawa universitas-universitas kami untuk terus bertumbuh dan belajar dari universitas terkemuka seperti National University of Singapore (NUS)," kata Mendiktisaintek melalui pernyataan resmi di Jakarta, Kamis (1/1/2026).
Menteri Brian memberikan penegasan bahwa kolaborasi internasional wajib memberikan kontribusi konkret terhadap pembangunan dalam negeri serta penguatan kompetensi pendidikan tinggi di Indonesia.
Menteri Brian juga menyoroti pentingnya penguatan pendidikan vokasi dan politeknik sebagai bagian dari sistem pendidikan tinggi yang merata dan memberikan dampak luas.
Di sisi lain, Dubes Kwok Fook Seng menyambut positif komitmen tersebut dan menyatakan kesiapan pihak Singapura untuk terus mengokohkan kemitraan strategis dengan Indonesia, terutama dalam memajukan pendidikan tinggi dan riset yang bersifat mutualisme.
Terungkap bahwa pertemuan tersebut menyepakati bahwa relasi antarlembaga pendidikan tinggi di Indonesia dan Singapura telah terjalin dengan baik pada bermacam tingkatan.
Sinergi ini akan terus dikembangkan melalui metode people-to-people contact, termasuk memotivasi para pengajar dan profesor senior asal Singapura untuk berperan sebagai mentor serta visiting professor di kampus-kampus Indonesia, sekaligus memperbanyak penelitian bersama yang berbasis solusi.
Diskusi tersebut juga menggarisbawahi pentingnya inisiatif pertukaran mahasiswa yang menawarkan pengalaman langsung di area kerja.
Para mahasiswa Singapura didorong untuk menimba ilmu secara langsung di berbagai wilayah di Indonesia, tidak terbatas pada kota-kota besar, guna memperdalam pemahaman konteks, empati sosial, serta wawasan mengenai Indonesia sebagai negara dengan diversitas sosial dan tantangan pembangunan yang nyata.
Tak hanya itu, kolaborasi pelatihan lewat Singapore Cooperation Programme (SCP) juga menjadi fokus pembahasan.
Program ini dapat diakses oleh mitra asal Indonesia dan sanggup disesuaikan dengan keperluan, termasuk pelatihan yang dilakukan di Indonesia dengan menghadirkan instruktur dari Singapura.
Inisiatif tersebut dipandang selaras dengan langkah peningkatan kompetensi aparatur, akademisi, serta praktisi pendidikan tinggi di tanah air.
Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News