JAKARTA – Kalangan pengusaha memberikan dukungan agar Indonesia mengambil peran yang jauh lebih signifikan dalam perdagangan kopi internasional, termasuk dalam hal menentukan standar harga dunia.
Hingga saat ini, mekanisme penetapan harga kopi global masih berkiblat pada Inggris yang menjadi pusat transaksi perdagangan.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyatakan bahwa gagasan tersebut selaras dengan status Indonesia sebagai salah satu negara produsen kopi terbesar di dunia.
"Tadi juga ada bicara sedikit soal koteka (kopi, teh dan kakao). Selama ini koteka ini selalu pasar perdagangannya di Inggris. Kami menjajaki mungkin enggak misalnya paling tidak mulai dari kopi, di mana kita istilahnya nomor tiga terbesar di dunia selain Brasil, Kolombia, pusat perdagangannya bisa di Indonesia," ujar Anindya usai menemui Menteri Perdagangan Budi Santoso di Kemendag, Jakarta Pusat, dikutip pada Selasa (13/1/2026).
Anindya berpendapat bahwa kekayaan varietas kopi yang dimiliki Indonesia merupakan aset kuat untuk menggeser pusat perdagangan ke dalam negeri.
"Kami kan lengkap dari arabika, robusta sampai kopi luwak pun juga ada," katanya.
Anindya memaparkan bahwa usulan ini juga diperkuat oleh tren kenaikan permintaan kopi di pasar dalam negeri.
Baginya, kopi sudah sejak lama menjadi komoditas andalan yang terus mengalami pertumbuhan, baik dari sisi hulu produksi hingga ke sektor ritel.
"Jadi kopi ini memang suatu komoditas yang unggulan kami ya. Sudah lama tapi makin besar. Dan kami lihatlah di dalam negeri, bisa dilihat bukan saja produsernya, tapi juga retailernya juga sudah berkembang," ucapnya.
Melihat besarnya skala pasar domestik, Anindya menilai sudah sewajarnya apabila Indonesia mulai melakukan langkah nyata untuk menjadi penentu harga di tingkat global.
"Sama seperti komoditas-komoditas lain, kalau skala ekonomi ya ada di Indonesia. Masuk akal kita juga bermimpi atau berupaya supaya pasar perdagangan itu harganya ditetapkan oleh Indonesia," katanya.
Ia tidak memungkiri bahwa misi ini merupakan tantangan besar mengingat penetapan harga selama ini dikuasai pihak luar negeri.
Namun, sebagai negara dengan basis produksi yang sangat kokoh, Indonesia dinilai layak untuk memperjuangkan kedudukan tersebut.
Selain mampu memberikan nilai tambah dalam perdagangan, sektor kopi juga dianggap sebagai industri yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar serta sejalan dengan program hilirisasi pertanian yang sedang digalakkan oleh pemerintah.
Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News