Penuhi Ambisi Trump, Pejabat AS Mulai Negosiasi Kerja Sama Strategis dengan Greenland

Kamis, 29 Januari 2026 | 11:35:21 WIB
Greenland. [Foto: NET]

JAKARTA – Para pejabat dari Amerika Serikat, Denmark, dan Greenland melangsungkan pertemuan pada Rabu guna membicarakan kerangka kesepakatan baru terkait Greenland.

Langkah ini diambil untuk mengakomodasi keinginan Presiden Donald Trump agar Amerika Serikat dapat menempatkan kekuatan militer lebih besar di pulau Arktik itu, tanpa harus ada penyerahan wilayah kepada pihak AS.

Para pejabat senior tersebut berkumpul untuk "membahas bagaimana cara mengatasi kekhawatiran AS terkait keamanan di Arktik sambil menghormati batas-batas Kerajaan Denmark yang tidak boleh dilanggar," ujar Oliver Routhe Skov, juru bicara Kedutaan Besar Denmark untuk AS.

Proses negosiasi ini bergulir setelah Trump pada pekan lalu memaparkan "kerangka kesepakatan masa depan," yang mana ia memberikan janji tidak akan membebankan tarif kepada negara-negara di Eropa yang menolak usahanya untuk mengambil alih Greenland.

Perubahan posisi ini muncul usai tekanan selama berminggu-minggu dari pihak Trump terhadap Denmark dan Greenland kian intens agar bersedia memberikan kendali atas pulau Arktik yang strategis itu kepada AS.

Wilayah tersebut merupakan daerah semi-otonom yang berada di bawah otoritas Denmark, salah satu sekutu NATO. Ancaman yang dilontarkan secara berulang itu sempat memancing aksi protes dari para pejabat di Denmark, Greenland, serta sekutu Eropa lainnya.

Pekan ini, para pemimpin dari Denmark dan Greenland tengah berada di Berlin dan Paris sebagai upaya untuk memperkokoh dukungan dari Eropa di tengah berlangsungnya proses perundingan dengan pihak Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri Marco Rubio pada Rabu pagi memberikan pernyataan kepada anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat bahwa "kami dalam posisi yang baik saat ini" mengenai Greenland.

Di sisi lain, anggota Kongres dari Partai Demokrat melontarkan kritik kepada pemerintahan Trump karena dinilai telah mengasingkan sekutu dalam Organisasi Pakta Atlantik Utara (NATO).

"Kami memiliki proses yang akan membawa kami pada hasil yang baik bagi semua orang," kata Rubio, seraya menambahkan bahwa diskusi akan berjalan dengan "cara yang sangat profesional dan lugas."

Trump memublikasikan rencana kesepakatan itu setelah mengadakan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, di Forum Ekonomi Dunia yang berlangsung di Davos, Swiss.

Keduanya mendiskusikan perihal penempatan rudal-rudal AS, hak atas aktivitas pertambangan guna membendung kepentingan China, serta peningkatan eksistensi NATO di kawasan Arktik.

Pihak pejabat Denmark menyatakan kesiapan mereka untuk berunding dan melakukan evaluasi terhadap kerja sama dengan AS menyangkut Greenland, dengan syarat hal tersebut tidak mencampuri isu kedaulatan atas pulau itu.

Para pejabat Amerika Serikat saat ini tengah mengkaji revisi perjanjian pertahanan negara tersebut dengan Denmark guna mengeliminasi batasan apa pun bagi aktivitas militer AS di Greenland sebagai bagian dari proses negosiasi, sebagaimana dilaporkan oleh Bloomberg sebelumnya.

Kesepakatan awal, yang diputuskan pada 1951 dan mengalami revisi pada 2004, menetapkan bahwa Amerika Serikat wajib "berkonsultasi dan memberi tahu" pihak Denmark serta Greenland sebelum menerapkan "perubahan signifikan pada operasi atau fasilitas militer AS di Greenland."

Terkini