Wujudkan Kemandirian Teknologi, Kemenperin Fokus pada Pengembangan Desain Chip

Wujudkan Kemandirian Teknologi, Kemenperin Fokus pada Pengembangan Desain Chip
Ilustrasi chip. [Foto: SCMP]

JAKARTA – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa penguatan desain chip serta kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan pilar fundamental dalam membangun kedaulatan industri semikonduktor di tanah air.

Menurut dia, strategi ini diambil sebagai tahapan awal yang masuk akal guna meningkatkan keunggulan sektor manufaktur Indonesia untuk masa depan.

Melalui keterangan resmi yang dikutip pada Jumat (30/1/2026), instansi yang dipimpinnya kini tengah memacu terciptanya ekosistem semikonduktor yang terpadu, mengingat melonjaknya permintaan komponen vital tersebut di sektor-sektor utama, seperti elektronika, otomotif, telekomunikasi, energi, serta percepatan digitalisasi.

“Pengembangan industri semikonduktor nasional tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan ditempuh melalui pendekatan bertahap dan realistis dengan menempatkan pengembangan talenta dan desain chip sebagai langkah utama pada tahap awal,” kata dia.

Di bidang elektronik, manufaktur ponsel dalam negeri menyentuh angka 30–60 juta unit tiap tahun, sementara kebutuhan perangkat laptop diproyeksikan mencapai 1,57 juta unit pada tahun 2026.

Pada bidang otomotif, output kendaraan bermotor di Indonesia pada 2025 berada di angka 803.867 unit, mencakup mobil listrik dan hybrid yang memerlukan jumlah semikonduktor hingga tiga kali lipat lebih banyak daripada mobil biasa.

Menperin memaparkan bahwa Indonesia sebenarnya sudah mengantongi beberapa modal krusial dalam ekosistem semikonduktor, seperti unit perakitan dan pengujian yang sudah terhubung ke rantai pasok global (GVC), korporasi desain sirkuit terpadu, hingga basis industri pengguna seperti layanan manufaktur elektronik (EMS), produsen peralatan orisinal (OEM), serta industri otomotif domestik.

Meski begitu, besarnya ketergantungan pada pasokan impor semikonduktor tetap menjadi isu strategis bagi stabilitas industri.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor semikonduktor Indonesia melonjak signifikan, dari 2,33 miliar dolar AS pada 2020 menjadi 4,87 miliar dolar AS sepanjang Januari hingga November 2025.

“Tingginya ketergantungan impor semikonduktor menjadi sinyal penting bagi ketahanan industri nasional. Kondisi ini perlu direspons melalui penguatan ekosistem dalam negeri, khususnya pada aspek desain chip dan pengembangan kekayaan intelektual, sebagai fondasi awal kemandirian teknologi,” ungkapnya.

Sebagai upaya nyata, Kemenperin sudah menyusun peta jalan (roadmap) industri semikonduktor dengan ambisi menjadikan Indonesia pemain aktif dalam rantai pasok dunia.

Peta jalan itu meliputi penguatan empat aspek utama, yakni material, desain, fabrikasi (tahap awal), serta perakitan-pengujian-pengemasan (tahap akhir), yang ditopang oleh peningkatan SDM, riset, infrastruktur, serta regulasi industri yang mendukung.

“Roadmap pengembangan semikonduktor nasional menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak hanya mengejar investasi, tetapi juga menciptakan nilai tambah nasional, memperkuat kemandirian teknologi, serta memastikan Indonesia terintegrasi secara berkelanjutan dalam ekosistem semikonduktor dunia,” kata Menperin.

Guna menunjang penerapan kebijakan tersebut, Kemenperin menginisiasi pendirian Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC) sebagai langkah kunci memperkuat ekosistem desain semikonduktor.

Program yang dijalankan bersama PT Hartono Istana Teknologi dan tenaga ahli desain chip dari 13 universitas ini membentuk lembaga nonprofit yang berperan sebagai wadah kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi dengan sokongan 16 perguruan tinggi mitra.

Di samping itu, gelaran Indonesia Semiconductor Summit (ISS) 2026 di Bandung pada Kamis (29/1) juga menjadi titik penting untuk memperkokoh sinergi global, transfer teknologi, serta penguatan kapasitas industri semikonduktor.

Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index