JAKARTA – Ketua Komisi Uni Afrika, Mahmoud Ali Youssouf, melayangkan kecaman terhadap serangan teroris di Nigeria barat yang merenggut nyawa lebih dari 160 orang, sebagaimana pernyataan yang dipublikasikan layanan pers Uni Afrika di X, Kamis (5/2/2026).
Sebelumnya pada Selasa (3/2/2026), kelompok militan melancarkan serangan ke desa Woro dan Nuku di Negara Bagian Kwara sekitar pukul 19.00 waktu setempat (18.00 GMT/01.00 WIB).
Keesokan harinya, Rabu (4/2/2026), pihak Palang Merah melaporkan sebanyak 162 orang meninggal dunia dalam insiden tersebut.
"Ketua Komisi mengecam dengan sekeras-kerasnya tindakan keji dan biadab ini, yang merupakan pelanggaran berat hak asasi manusia serta serangan yang tidak dapat diterima terhadap perdamaian dan keamanan,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Youssouf juga menyampaikan rasa duka cita kepada keluarga para korban dan memberikan penegasan bahwa Uni Afrika menentang seluruh bentuk terorisme maupun ekstremisme.
Berdasarkan kesaksian warga di lokasi, para bandit mulanya berusaha menyebarkan ajaran Islam radikal serta membujuk masyarakat setempat guna menolak konstitusi Nigeria. Usai mendapatkan penolakan, para pelaku melepaskan tembakan secara membabi buta.
Pihak berwenang menyatakan bahwa keberadaan sejumlah warga hingga kini masih belum ditemukan karena mereka berupaya menyelamatkan diri saat serangan berlangsung.
Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News