JAKARTA – Pasukan Afghanistan dilaporkan telah menembak jatuh jet tempur F-16 Pakistan saat perang kedua negara Islam ini kembali pecah pada Jumat (27/2/2026).
Media Afghanistan, Tolo News, melaporkan jatuhnya pesawat buatan Amerika Serikat tersebut dengan mengutip sumber terkait. Sebuah video yang belum bisa diverifikasi mengenai bangkai pesawat yang terbakar telah viral di media sosial.
Narasi dalam video itu menyebutkan bahwa jet tempur F-16 Pakistan ditembak jatuh oleh pasukan Afghanistan.
Video tersebut memperlihatkan puing-puing pesawat F-16 Pakistan dengan nomor seri 85610 dan bendera nasional Pakistan yang dilukis di atasnya.
Media Afghanistan mengeklaim pasukan mereka menembak jatuh pesawat tersebut setelah serangan udara Pakistan memasuki wilayah udara Afghanistan pada hari Jumat.
Pakistan mengonfirmasi serangan terhadap Afghanistan dengan klaim menargetkan kelompok militan, tetapi menyatakan tidak ada kerugian pesawat. Pakistan membombardir kota-kota besar di Afghanistan, termasuk Kabul.
"Kesabaran kami telah mencapai batasnya. Sekarang ini adalah perang terbuka antara kami dan Anda," tulis Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif di X saat militer Pakistan meluncurkan Operasi Ghazab Lil Haq terhadap Afghanistan.
Operasi terbaru Pakistan terjadi setelah pasukan Afghanistan menyerang pasukan perbatasan Pakistan pada Kamis malam menyusul serangan udara sebelumnya oleh Islamabad.
Hubungan antara kedua negara tetangga tersebut telah memburuk dalam beberapa bulan terakhir, dengan penyeberangan perbatasan darat sebagian besar ditutup sejak pertempuran mematikan pada bulan Oktober yang menewaskan lebih dari 70 orang di kedua pihak.
Islamabad menuduh Afghanistan gagal bertindak melawan kelompok militan yang melakukan serangan di Pakistan, yang dibantah oleh pemerintah Taliban Afghanistan.
Beberapa putaran negosiasi menyusul gencatan senjata awal yang ditengahi oleh Qatar dan Turki, tetapi upaya tersebut gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng.
Kedua militer mengatakan mereka telah menewaskan puluhan tentara dalam putaran kekerasan perbatasan terbaru, yang terjadi setelah beberapa serangan Pakistan di Afghanistan dan bentrokan di sepanjang perbatasan dalam beberapa bulan terakhir.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan angkatan bersenjata negaranya memiliki kemampuan penuh untuk menghancurkan ambisi agresif apa pun.
Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News