JAKARTA – Presiden AS Donald Trump menyatakan adanya progres dalam langkah menghentikan perang dengan Iran. Washington dilaporkan telah menyodorkan proposal perdamaian yang terdiri dari 15 poin kepada Teheran.
Melansir Reuters pada Rabu (25/3/2026), Trump menyebut AS tengah bernegosiasi dengan “pihak yang tepat” di Iran dan mengklaim Teheran sangat berhasrat mencapai kesepakatan.
“Kami sedang dalam proses negosiasi sekarang,” ujarnya di Gedung Putih.
Akan tetapi, pernyataan ini segera ditepis Iran. Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, melabeli laporan itu sebagai “berita palsu” dan memastikan tidak ada dialog langsung dengan AS.
Detail Rencana Perdamaian Mulai Tersingkap
Berdasarkan laporan media, usulan AS memuat sejumlah poin inti:
1. Penghapusan program nuklir Iran
2. Penghentian sokongan terhadap kelompok proksi
3. Pembukaan kembali Selat Hormuz
AS juga dikabarkan menawarkan gencatan senjata selama satu bulan demi memberi ruang bagi negosiasi lanjutan.
Trump bahkan mengklaim Iran sudah memberikan “konsesi besar” mengenai energi non-nuklir serta akses di Selat Hormuz, walaupun tidak menjabarkannya secara mendetail.
Di lain pihak, Iran mengirimkan sinyal terbatas dengan menyebutkan bahwa kapal non-musuh boleh melewati Selat Hormuz, asalkan berkoordinasi dengan otoritas Iran.
Ketegangan Militer Masih Berlanjut
Walaupun wacana damai muncul, aksi militer dari kedua belah pihak tetap terjadi.
AS bahkan dilaporkan sedang menyiapkan tambahan ribuan prajurit, termasuk dari Divisi Lintas Udara ke-82, guna memperkokoh eksistensi militernya di Timur Tengah.
Kebijakan ini akan menambah jumlah personel AS yang kini mencapai sekitar 50.000 jiwa di kawasan tersebut, yang menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik akan semakin berkepanjangan.
Inisiatif Mediasi Mulai Bermunculan
Beberapa negara mulai mengajukan diri sebagai penengah. Perdana Menteri Pakistan menyatakan kesediaan negaranya untuk menjadi lokasi pertemuan damai antara AS dan Iran.
Ia menegaskan sokongan penuh pada dialog demi meraih solusi yang komprehensif. Bahkan, sumber dari pemerintah Pakistan menyebutkan bahwa diskusi mengenai pertemuan tersebut sudah di tahap lanjut, meski kepastian pelaksanaannya masih belum terjamin.
Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News