Transportasi Massal Ancaman Serius Pasar Sepeda Motor di Indonesia, Kok Bisa?

sumber : otosia.com

Kehadiran transportasi massal menjadi ancaman serius bagi penjualan sepeda motor di Indonesia. Melihat tren penjualan yang kian menurun, bukan tidak mungkin kepopuleran sepeda motor akan kalah dari transportasi massal.

Eky, pramuniaga salah satu dialer kendaraan bermotor di kawasan Cengkareng mengakui adanya penurunan penjualan. Eky – yang enggan disebutkan nama dialernya, memberi contoh sederhana yakni penjualan pada Januari di tempatnya bekerja hanya 9 unit motor, menurun dari tahun sebelumnya sebanyak 14 unit.

“Penjualan motor emang menurun. Desember 2019 kemarin hanya 19 unit yang terjual. Januari 2020 Cuma 9 unit,” katanya saat dihubungi Kawula.id, Selasa 19 Februari 2020.

Menurunnya penjualan sepeda motor disebabkan beberapa hal, salah satunya adalah kian masif pembangunan transportasi massal di Indonesia. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, Harjanto dalam CNBC Indonesia (19/2) menyebutkan perkembangan transportasi massal cukup signifikan di Indonesia.

“Saya pikir itu suatu perkembangan yang baik, positif dalam meningkatkan efisiensi transportasi dalam negeri. Kan mereka pakai roda dua karena selama ini transportasi massalnya dalam tanda kutip masih memerlukan pembenahan sana sini,” kata Harjanti seperti dikutip dalam CNBC Indonesia (19/2).

Jika transportasi massal sudah terbangun dengan baik, lanjut Harjanto, orang tidak lagi menggunakan motor sebagai alat transportasi pribadi.

“Transportasi roda dua (sepeda motor) mungkin akan bergeser ke lokasi yang belum terbangun transportasi massalnya. Tapi di kota kayaknya sudah keharusan menggunakan transportasi massal karena bertujuan mengurangi emisi, dan juga mengurangi penggunaan bahan bakar minyak,” katanya.

 

Transportasi Massal adalah Musuh Sepeda Motor


Pemerhati Transportasi Djoko Setijowarno dari Universitas Katolik Soegijapranata mengatakan musuh sepeda motor adalah transportasi umum. Ia menilai kondisi masa-masa sepeda motor di Indonesia akan mencapai periode jalan di tempat.

“Itu bisa terjadi, apalagi mulai gencar transportasi umum. Musuh sepeda motor itu transportasi umum (massal),” kata Djoko, sebagaimana dilaporkan CNBC Indonesia (19/2).

Disampaikan Djoko, di negara yang transportasi umumnya bagus, akan minim sekali orang-orang menggunakan sepeda motor. “Makin buruk transportasi umum makin Berjaya sepeda motor,” katanya.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, Harjanto berpendapat bahwa saat ini transportasi massal sudah menjadi kebutuhan orang-orang di kota. Sejumlah kota, katanya, sudah dan akan terus membangun berbagai moda transportasi massal seperti Lintas Rel Terpadu (LRT) dan Moda Raya Terpadu (MRT). Hal inilah yang kemudian dianggap menggeser kepopuleran pasar kendaraan pribadi alias sepeda motor.

“Di perkotaan memang perlu MRT agar lebih efisien, menghindari traffic jam. Ya selama ini orang menggunakan kendaraan roda dua agar bisa menghindari kemacetan,” tukasnya.

Namun Harjanto menyebutkan kendaraan roda dua masih memiliki tempat di pedesaan. Di mana sejumlah daerah masih banyak masyarakat yang membutuhkan motor.

“Di banyak tempat, di daerah daerah masih menggunakan transportasi roda dua. Karena memang lokasinya sangat remote dan akses juga nggak gampang dilalui oleh bus dan sebagainya.,” sebut Harjanto.*(Mla)







[Ikuti Terus Kawula.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar