Pertemuan Presiden di Beijing, China dan Korsel Perkuat Kerja Sama

Pertemuan Presiden di Beijing, China dan Korsel Perkuat Kerja Sama
Presiden China, Xi Jinping (kiri) Bersama Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung. [Foto: Cheong Wa Dae]

JAKARTA – Presiden China Xi Jinping mengadakan pertemuan bilateral bersama Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di Beijing guna mempertegas stabilitas hubungan antara kedua negara tersebut.

"China selalu memandang hubungannya dengan Korea Selatan sebagai hal yang penting dalam diplomasi bertetangga dan kebijakan China terhadap Korea Selatan terus mempertahankan kontinuitas dan stabilitas," kata Presiden Xi dalam rilis tertulis di laman Kementerian Luar Negeri China, dikutip pada Selasa (6/1/2026).

Dialog tersebut dilangsungkan di Balai Besar Rakyat di Beijing pada Senin (5/1) malam. Sebelum memulai sesi bilateral, Presiden Xi dengan didampingi istrinya Peng Liyuan, melaksanakan prosesi upacara penyambutan bagi Presiden Lee Jae Myung dan Ibu Kim Hye Kyung di Aula Utara Gedung Agung Rakyat.

Begitu Presiden Lee Jae Myung tiba, barisan prajurit Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) memberikan penghormatan dan lagu kebangsaan dari kedua negara dikumandangkan, bersamaan dengan dentuman meriam sebanyak 21 kali di Lapangan Tiananmen.

Sebagai rekan dan negara tetangga, Presiden Xi menyatakan bahwa China dan Korsel perlu meningkatkan frekuensi pertukaran pejabat tingkat tinggi.

Presiden Xi dan Presiden Lee bahkan tercatat telah dua kali bertemu serta saling mengunjungi, yang menjadi bukti pentingnya hubungan China-Korsel.

"China siap bekerja sama dengan Korsel untuk mengarahkan jalannya kerja sama, mempromosikan hasil yang saling menguntungkan, serta memajukan kemitraan kerja sama strategis China-Korea Selatan di jalur pembangunan yang sehat, sehingga bermanfaat nyata bagi kedua bangsa dan memberi energi positif ke dalam perdamaian dan pembangunan kawasan yang lebih luas," tambah Presiden Xi.

Presiden Xi juga menekankan bahwa China dan Korsel sangat menghargai perdamaian serta senantiasa menjunjung keharmonisan, melampaui sekat-sekat perbedaan sistem sosial maupun ideologi, demi menggapai kesuksesan dan kemajuan bersama.

"Kedua negara harus meneruskan tradisi yang baik ini, terus meningkatkan saling percaya, menghormati pilihan jalur pembangunan masing-masing, mengakomodasi kepentingan inti dan kekhawatiran masing-masing, dan tetap berkomitmen untuk menyelesaikan perbedaan dengan tepat melalui dialog dan konsultasi," imbuh Presiden Xi.

China dan Korsel, menurut Presiden Xi, memiliki keterikatan ekonomi yang kuat, integrasi rantai industri dan pasokan yang mendalam, serta pola kerja sama yang saling menguntungkan.

"Kedua negara harus mendorong sinergi yang lebih besar antara strategi pembangunan, memperkuat koordinasi kebijakan, memperbesar kue kepentingan bersama, dan menghasilkan lebih banyak kerja sama di bidang-bidang baru seperti kecerdasan buatan, industri hijau, dan perekonomian untuk warga senior," ungkap Presiden Xi.

Presiden Xi turut menyarankan peningkatan pertukaran antarmasyarakat serta penguatan interaksi di sektor kepemudaan, media, olahraga, hingga lembaga riset agar hubungan bilateral tersebut memperoleh dukungan publik yang solid.

"China dan Korea Selatan memikul tanggung jawab penting dalam menjaga perdamaian regional dan mempromosikan pembangunan global. Setelah mendapat manfaat dari globalisasi ekonomi, China dan Korsel harus bersama-sama menentang proteksionisme, mempraktikkan multilateralisme sejati, dan berkontribusi untuk membangun dunia multipolar yang setara," lanjut Presiden Xi.

Di sisi lain, Presiden Lee Jae Myung menyampaikan bahwa semenjak hubungan diplomatik resmi terjalin, kedua negara telah membangun kolaborasi erat yang membuahkan hasil produktif.

"Korea Selatan sangat mementingkan hubungannya dengan China. Dengan memanfaatkan kunjungan kenegaraan pertama di tahun baru ini, Korsel siap untuk memperkuat momentum pemulihan penuh hubungan bilateral, mencari titik temu dalam perbedaan, memperdalam kemitraan kerja sama strategis Korsel-China dan bekerja sama dengan China untuk membuka prospek baru hubungan bilateral," kata Presiden Lee.

Korsel, ujar Presiden Lee, menghormati kepentingan pokok serta perhatian utama China dan tetap memegang teguh komitmen pada prinsip "Satu China".

"Kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Korsel dan China telah berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan sosial masing-masing pihak sehingga kedua negara harus mendorong pertukaran antarmasyarakat dan meningkatkan pemahaman dan saling percaya," tambah Presiden Lee.

Korsel juga dinyatakan siap untuk mempererat koordinasi multilateral bersama China guna memberikan kontribusi terhadap kemakmuran dan pembangunan global.

Pasca pembicaraan tersebut, kedua pemimpin negara bersama-sama menyaksikan proses penandatanganan 15 dokumen kerja sama yang mencakup bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, lingkungan hidup, transportasi, serta ekonomi dan perdagangan.

Sebagai penutup agenda di malam hari, Presiden Xi Jinping dan Ibu Peng Liyuan mengadakan jamuan makan malam formal untuk menyambut Presiden Lee Jae Myung dan Ibu Kim Hye Kyung di Aula Emas Gedung Agung Rakyat.

Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index