NATO Siap Pasang Badan Lindungi Greenland dari Ambisi Aneksasi Trump

NATO Siap Pasang Badan Lindungi Greenland dari Ambisi Aneksasi Trump
Ilustrasi Greenland. [Foto: Odd ANDERSEN/AFP/File]

JAKARTA – Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menyatakan komitmennya untuk mengawal Greenland apabila Presiden Amerika Serikat Donald Trump tetap bertekad untuk mengambil alih wilayah otonomi milik Denmark itu.

Pada Senin (12/1/2026), pihak NATO bersama pemerintah otonomi Greenland telah merancang rencana kolaborasi guna memperkokoh sistem pertahanan di kawasan tersebut.

Melansir dari AFP, langkah kerja sama ini ditujukan untuk menangkal ambisi Amerika Serikat dalam menganeksasi Greenland.

Trump kembali menekankan ambisinya untuk mengakuisisi atau mencaplok wilayah di kutub utara tersebut. Pernyataan Trump yang menyebut bahwa Washington bakal menguasai wilayah itu "dengan cara apapun" kian memanaskan situasi di Benua Biru.

Perdana Menteri Greenland, Jens Frederik Nielsen, lantas memberikan pernyataan pada Senin (12/1/2026) bahwa aspek keamanan serta pertahanan di kawasannya "adalah bagian dari tanggung jawab NATO."

Padahal, Amerika Serikat merupakan anggota NATO yang memegang pengaruh serta kekuatan paling besar dibandingkan negara anggota lainnya.

"Oleh karena itu, kami berupaya memastikan bahwa perkembangan pertahanan di dalam dan sekitar Greenland berlangsung dalam kerja sama erat dengan NATO, dalam dialog dengan sekutu kami, termasuk Amerika Serikat, dan dalam kerja sama dengan Denmark," kata Frederik Nielsen, dikutip dari AFP, Selasa (13/1/2026).

Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, juga menyampaikan pada Senin bahwa para anggota aliansi sedang berupaya melangkah "ke tahap selanjutnya" demi memperkokoh stabilitas di Arktik.

Sejumlah diplomat di lingkungan NATO mengungkapkan bahwa negara-negara anggota mulai memunculkan gagasan untuk meluncurkan misi baru di area tersebut, meski saat ini belum ada proposal resmi yang dipresentasikan.

Sebelumnya, Trump berkukuh untuk menduduki Greenland dengan alasan demi menjaga keamanan nasional Amerika Serikat di wilayah kutub.

Pulau tersebut memang dikenal menyimpan deposit mineral krusial, seperti logam tanah jarang, yang menjadi komponen vital bagi kebutuhan industri teknologi tinggi.

Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index