Piala Dunia Antarklub

Liverpool Lebih Peduli Buruh Migran dan Tolak Menginap di Hotel Mewah

Liverpool saat menang dramatis melawan Aston Villa

Tampil impresif dan memenangi gelar Liga Champions musim lalu, Liverpool berhak tampil di turnamen bergengsi Piala Dunia Antarklub yang akan digelar 11-12 Desember mendatang di Kota Doha, Qatar.

Selain mendapat jatah langsung tampil di babak semifinal pada 18 Desember mendatang, The Reds juga mendapat servis menempati hotel bintang lima, yakni hotel Marsa Malaz Kempinski di kawasan pulau buatan di Pearl-Qatar.

Akan tetapi, Liverpool menolak untuk menginap di hotel kelas wahid tersebut. Pasalnya, seperti dikutip dari Daily Mail, tim asuhan Jurgen Klopp menolak hotel mewah tersebut karena latar belakang yang buruk dalam pembangunannya. 

Menurut laporan Athletic, Liverpool melakukan penolakan setelah mengutus delegasi ke Qatar.

Pada Oktober 2018 lalu, penyelidikan Guardian mengungkapkan pekerja migran yang dipekerjakan hotel Marsa Malaz Kempinski mendapatkan gaji di bawah upah minimum dan melanggar undang-undang perburuhan.

Petugas keamanan di hotel itu bekerja selama 12 jam dalam suhu 45 derajat celsius dan menghasilkan sedikit lebih dari 8 poundsterling atau setara dengan Rp144 ribu sehari.

Athletic menambahkan, Liverpool kini memberi tahu FIFA dan pihak berwenang Qatar tentang keputusan mereka dan memilih pindah ke sebuah hotel di daratan yang tidak menimbulkan kekhawatiran semacam itu.

Langkah Liverpool mencari penginapan lain atas kemauan sendiri diprediksi akan meningkatkan pengawasan terhadap Qatar yang selama ini diisukan kerap terlibat atas kasus pelecehan pekerja migran.

FIFA dan pihak berwenang di Qatar diklaim responsif dengan semua permintaan juara bertahan Liga Champions tersebut.



Loading...




[Ikuti Terus Kawula.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar