Keselamatan Wisatawan Prioritas, Pelayaran ke TN Komodo Dihentikan Sementara

Keselamatan Wisatawan Prioritas, Pelayaran ke TN Komodo Dihentikan Sementara
Ilustrasi komodo. [Foto: Shutterstock]

JAKARTA – Para pelancong atau wisatawan yang berencana mendatangi Taman Nasional (TN) Komodo perlu menahan diri dan rutin memantau informasi terkini mengenai operasional destinasi tersebut.

Kabar terbaru menyebutkan, Otoritas Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo memutuskan untuk kembali memperlama masa penutupan pelayaran kapal pesiar menuju kawasan TN Komodo dan area di sekelilingnya sampai 1 Februari 2026.

Keputusan ini diambil lantaran adanya ancaman cuaca buruk yang dianggap berisiko bagi keselamatan para turis.

Dipicu angin kencang dan gelombang tinggi

Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, menerangkan bahwa instruksi pelayaran ini diterbitkan usai pihaknya meninjau laporan prediksi cuaca maritim dari BMKG per tanggal 26 Januari 2026.

Data dari BMKG memperlihatkan adanya indikasi angin kencang serta gelombang laut yang tinggi di wilayah perairan Labuan Bajo dan sekitarnya. Pemulihan Akses Laut ke Pulau Enggano Dipercepat Artikel Kompas.id.

"Maklumat itu dikeluarkan untuk menindaklanjuti informasi kecepatan angin dan tinggi gelombang dari prakiraan cuaca Maritim BMKG dan hasil pengamatan laut dari pos darat serta laporan kapal lainnya," ujar Stephanus dalam keterangan tertulis, Jumat (30/1/2026).

Sebagai langkah responsif, penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) bagi seluruh armada kapal wisata, termasuk speed boat, dihentikan sementara mulai 29 Januari hingga 1 Februari 2026.

SPB baru akan diberikan kembali jika kondisi cuaca sudah dinyatakan kondusif oleh BMKG.

Instruksi untuk nakhoda kapal wisata TN Komodo

Dalam instruksi tersebut, KSOP mengimbau para nakhoda untuk:

1. Menjamin kondisi kelaikan kapal.
2. Mencari tempat berlindung yang aman saat cuaca memburuk.
3. Saling memberi informasi kepada kapal lain jika melihat potensi risiko.
4. Melakukan bongkar sauh atau mooring di lokasi yang terlindung dari ombak besar dan arus kuat dengan mesin tetap dalam posisi siap siaga.

KSOP juga mengingatkan agar para nakhoda terus menjalin komunikasi dengan pihak Syahbandar serta Basarnas jika situasi cuaca di laut semakin tidak terkendali.

TN Komodo sudah delapan kali tutup sejak akhir 2025

Penghentian aktivitas pelayaran menuju TN Komodo ini bukan merupakan kejadian yang pertama. Terhitung sejak peristiwa tenggelamnya KM Putri Sakinah pada 26 Desember 2025, langkah penutupan sudah dilakukan sebanyak delapan kali.

Berikut adalah riwayat penutupan yang telah terdokumentasi:

1. 29 Desember 2025
2. 2–6 Januari 2026
3. 5–8 Januari 2026
4. 12–15 Januari 2026
5. 14–20 Januari 2026
6. 20–27 Januari 2026
7. 27–29 Januari 2026
8. 29 Januari–1 Februari 2026 (periode penutupan saat ini)

Rangkaian penutupan ini menunjukkan bahwa situasi cuaca di perairan Labuan Bajo memang tengah labil sehingga membutuhkan prosedur pengamanan lebih ketat, terutama karena kegiatan wisata di TN Komodo sangat bergantung pada jalur laut.

Keselamatan wisatawan jadi prioritas

KSOP menegaskan bahwa kebijakan ini diambil sebagai bentuk antisipasi guna menghindari kecelakaan di tengah cuaca yang tidak menentu.

Para wisatawan diharapkan terus mengikuti kanal informasi resmi sebelum menyusun jadwal perjalanan ke TN Komodo serta memaklumi bahwa keamanan diri merupakan prioritas yang paling utama.

Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index