Kasus Suap Mantan Menpora Imam Nahrawi Segera Disidangkan

Mentan Menpora, Imam Nahrawi. (Foto: Net)

Penyidikan terhadap eks Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi terkait mekanisme pengajuan proposal dana hibah Kemenpora ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sudah dirampungkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dilansir dari CNNIndonesia, situasi itu akan membuat Imam menghadapi persidangan.

"Berkas perkara tersangka IN (Imam Nahrawi) sudah lengkap dan hari ini pelimpahan tahap II (pemeriksaan tersangka dan barang bukti) dari penyidik ke JPU (Jaksa Penuntut Umum)," ucap Pelaksanatugas Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri, Jumat (24/1/2020).

Diterangkannya, penuntut umum memiliki waktu 14 hari kerja untuk menyusun surat dakwaan sebelum melimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat. Ia menambahkan, Imam bakal berada di rumah tahanan kelas 1 cabang KPK Pomdam Jaya Guntur untuk menunggu waktu ketetapan sidang.

Diketahui, dalam perkara ini lembaga antirasuah telah menetapkan Imam sebagai tersangka pada 18 September 2019. Politikus PKB itu diduga menerima suap Rp26,5 miliar sebagai komitmen fee dari sejumlah sumber. Adapun penerimaan uang pertama terjadi pada 2014-2018. Kala itu, melalui asisten pribadinya, Miftahul Ulum, Imam diduga menerima Rp14,7 miliar. 

Kemudian, pada 2016-2018, Imam diduga meminta uang senilai Rp11,8 miliar. Adapun sumber penerimaan, antara lain, dari pengurusan proposal hibah yang diajukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) ke Kemenpora tahun anggaran 2018, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima, dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan.

Imam, atas perbuatannya itu, disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang perubahan atas UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. Di sisi lain, dalam perkara ini penyidik KPK sudah menyelesaikan penyidikan terhadap Ulum. KPK sudah melimpahkan berkas perkara, barang bukti, dan tersangka ke penuntut umum pada 8 Januari 2020.(but)







[Ikuti Terus Kawula.id Melalui Sosial Media]






Berita Lainnya...

Tulis Komentar