JAKARTA - Cara cek desil penting diketahui oleh masyarakat yang ingin memastikan status penerimaan bantuan sosial.
Penerima bansos dianjurkan rutin memantau status melalui berbagai kanal resmi, termasuk aplikasi Cek Bansos.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial mulai menyalurkan bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk periode April 2026.
Penyaluran dilakukan secara bertahap kepada Keluarga Penerima Manfaat melalui bank penyalur maupun PT Pos Indonesia.
Bagi masyarakat yang ingin memperoleh bantuan tersebut, penting untuk terlebih dahulu mengetahui posisi dalam kelompok desil agar dapat memastikan kelayakan menerima bantuan pada periode April hingga Juni.
Lalu, apa yang dimaksud dengan desil dan bagaimana langkah untuk memeriksanya? Simak penjelasannya berikut ini hingga memahami cara cek desil
Apa Itu Desil?
Berdasarkan informasi dari akun Instagram resmi @pusdatinkesos, desil merupakan sistem klasifikasi untuk menggambarkan tingkat kesejahteraan rumah tangga.
Pengelompokan ini dimulai dari desil 1 sebagai kelompok paling rentan hingga desil 10 yang mencerminkan kondisi ekonomi paling sejahtera.
Penentuan posisi ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai indikator, seperti kepemilikan aset, kondisi tempat tinggal, tingkat pendidikan, kondisi ekonomi keluarga, serta jumlah anggota dalam satu rumah tangga.
Pembagian desil memiliki peran penting dalam menentukan siapa saja yang berhak menerima bantuan sosial.
Mengacu pada kebijakan terbaru, program bantuan seperti PKH dan BPNT kini difokuskan bagi masyarakat yang berada pada kelompok desil 1 sampai desil 4.
Sementara itu, individu yang termasuk dalam desil 5 masih berkesempatan memperoleh bantuan di sektor kesehatan, seperti PBI-JKN, namun tidak lagi menjadi sasaran utama untuk bantuan tunai tertentu.
Cara Cek Desil Dengan NIK KTP
Ada dua metode yang bisa dilakukan secara online untuk mengetahui posisi desil Anda, salah satunya melalui cara cek desil yang tersedia di layanan resmi.
1. Melalui situs resmi Kemensos
- Buka browser di ponsel atau komputer Anda, lalu akses laman cekbansos.kemensos.go.id sebagai portal resmi pengecekan data bantuan sosial. Pastikan koneksi internet stabil agar proses berjalan lancar.
- Pada halaman utama, Anda akan diminta memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Isikan nomor tersebut sesuai dengan yang tertera pada KTP tanpa kesalahan angka agar sistem dapat membaca data dengan benar.
- Selanjutnya, masukkan kode verifikasi (captcha) yang muncul di layar sebagai langkah pengamanan. Jika tulisan pada captcha sulit dibaca, Anda bisa menekan tombol “Refresh” untuk menampilkan kode baru yang lebih jelas.
- Setelah semua data terisi dengan benar, klik tombol “Cari Data” untuk memulai proses pencarian informasi. Tunggu beberapa saat hingga sistem selesai memproses permintaan Anda.
- Jika data ditemukan, halaman akan menampilkan berbagai informasi penting, seperti kategori desil yang Anda tempati, jenis bantuan sosial yang terdaftar, serta status pencairan bantuan apakah sudah disalurkan atau masih dalam proses.
2. Melalui Aplikasi Cek Bansos
- Unduh aplikasi “Cek Bansos” melalui Play Store atau App Store sesuai perangkat yang Anda gunakan.
- Setelah proses instalasi selesai, buka aplikasi tersebut di smartphone Anda.
- Lakukan login dengan memasukkan username dan kata sandi yang sudah terdaftar.
- Jika belum memiliki akun, lakukan pendaftaran terlebih dahulu dengan mengisi data diri secara lengkap, termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan informasi pendukung lainnya.
- Setelah berhasil masuk, buka menu profil untuk melihat informasi terkait kategori desil serta data bantuan yang terdaftar.
Pembagian Kelompok Desil
Berdasarkan informasi dari akun resmi @pusdatinkesos, penentuan kelompok desil didasarkan pada berbagai indikator, seperti kondisi hunian, kepemilikan aset, serta tingkat kesejahteraan ekonomi keluarga.
Berikut pembagian desil yang terbagi ke dalam 10 kategori:
- Desil 1 (Sangat miskin): Termasuk kelompok dengan kondisi ekonomi paling rendah atau miskin ekstrem, sehingga menjadi prioritas utama dalam penyaluran bantuan pemerintah.
- Desil 2 (Miskin): Masuk dalam kategori masyarakat miskin yang juga menjadi sasaran utama berbagai program bantuan sosial.
- Desil 3 (Hampir miskin): Kelompok dengan kondisi ekonomi yang mulai membaik, namun masih berisiko mengalami kesulitan finansial.
- Desil 4 (Rentan miskin): Memiliki kondisi ekonomi yang cukup, tetapi tetap rentan terdampak perubahan ekonomi atau krisis.
- Desil 5 (Menengah bawah): Termasuk kelompok ekonomi menengah ke bawah yang relatif stabil, dengan peluang menerima bantuan yang lebih terbatas dan biasanya bersifat khusus.
- Desil 6–10 (Menengah hingga sejahtera): Kelompok dengan kondisi ekonomi yang tergolong cukup hingga mapan, sehingga umumnya tidak menjadi prioritas dalam program bantuan sosial rutin.
Mengapa Tidak Masuk Dalam Daftar Penerima Bantuan Sosial?
Walaupun sudah berada pada kategori desil tertentu, tidak semua orang otomatis tercatat sebagai penerima bantuan.
Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti:
data identitas atau domisili tidak ditemukan dalam sistem, informasi belum tervalidasi atau masih dalam proses verifikasi, penerima telah meninggal dunia, atau status pekerjaan yang tidak memenuhi kriteria seperti ASN, anggota TNI, Polri, pejabat negara, maupun pegawai BUMN/BUMD.
Selain itu, jika terdapat anggota keluarga yang memiliki status pekerjaan tersebut, hal itu juga dapat memengaruhi kelayakan penerimaan bantuan.
Ketentuan ini diterapkan agar penyaluran bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang paling membutuhkan.
Jika hasil pengecekan tingkat kesejahteraan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, masyarakat bisa melakukan koreksi data melalui beberapa jalur resmi yang sudah disediakan pemerintah.
Langkah pertama dapat dilakukan dengan mendatangi kantor desa atau kelurahan, atau langsung ke dinas sosial setempat untuk menyampaikan keberatan serta membawa dokumen pendukung agar data dapat diperbarui sesuai kondisi terbaru.
Selain itu, perbaikan juga bisa dilakukan secara mandiri melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos dengan mengajukan usulan atau sanggahan sesuai prosedur yang tersedia di dalam aplikasi tersebut.
Keterlibatan aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam proses ini agar data penerima bantuan semakin akurat dan penyaluran bantuan sosial dapat berjalan lebih tepat sasaran bagi pihak yang benar-benar membutuhkan.
Sebagai penutup, itulah penjelasan mengenai cara cek desil menggunakan NIK KTP. Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam memanfaatkan bantuan pemerintah dengan mengutamakan kelompok yang benar-benar membutuhkan.
Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News