JAKARTA – Arab Saudi pada Kamis (1/1/2026) mulai melaksanakan konstruksi Hexagon Data Center di Riyadh.
Fasilitas ini, menurut keterangan para pejabat, bakal menjadi pusat data milik pemerintah paling besar di dunia jika ditinjau dari kapasitas megawatt, sebagaimana diwartakan oleh kantor berita negara Saudi Press Agency (SPA).
Berdasarkan laporan SPA, infrastruktur ini diproyeksikan mempunyai kapasitas sebesar 480 megawatt serta bakal berdiri di atas lahan dengan luas mencapai lebih dari 2,8 juta meter persegi.
Dikelola oleh Otoritas Data dan Kecerdasan Buatan Saudi (Saudi Data and Artificial Intelligence Authority/SDAIA), proyek tersebut disiapkan untuk menjamin "ketersediaan maksimum" bagi berbagai platform e-government serta layanan digital kerajaan yang terus bertumbuh secara masif.
Presiden SDAIA Abdullah bin Sharaf Alghamdi menyatakan dalam prosesi tersebut bahwa pihak otoritas sedang menitikberatkan pada pembentukan "ekosistem digital terintegrasi."
Abdullah bin Sharaf Alghamdi menyebut proyek ini sebagai tonggak daya saing nasional yang ditujukan guna mengasah kompetensi domestik di sektor AI sekaligus memikat investasi teknologi global.
Ia pun menuturkan bahwa langkah ini selaras dengan target Visi Saudi 2030 untuk "membangun ekonomi berbasis pengetahuan yang berkelanjutan dan mencapai kepemimpinan global dalam teknologi-teknologi canggih.
Ikuti Artikel Terbaru Kawula ID di Google News