JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memberikan penegasan mengenai komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh sumber daya perikanan nasional dikelola sepenuhnya oleh pihak Indonesia, bukan oleh kapal asing.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo ketika melakukan kunjungan ke Desa/Kampung Nelayan Merah Putih di Leato Selatan, Gorontalo, pada hari Sabtu.
Pemerintah diketahui telah menyusun program pembangunan kapal ikan serta penguatan sektor ekonomi kelautan nasional.
"Kami ingin bukan kapal asing yang ambil ikan di laut kami, kami ingin rakyat kami yang ambil," ujar Prabowo dipantau melalui siaran langsung Sekretariat Presiden dari Jakarta, Sabtu.
Presiden Prabowo menginformasikan bahwa pemerintah akan segera memulai proyek pembangunan 1.582 unit kapal ikan pada tahun ini.
Kapal-kapal tersebut rencananya akan didistribusikan kepada kelompok-kelompok nelayan melalui mekanisme koperasi.
Langkah ini ditekankan sebagai upaya agar kekayaan laut milik Indonesia tidak lagi dieksploitasi oleh pihak asing.
Selain itu, pemerintahan yang dipimpinnya berencana melakukan pengembangan sektor perikanan dan kelautan secara masif dengan mengusung konsep blue ocean economy atau ekonomi biru.
Menurut Presiden, potensi laut Indonesia adalah anugerah besar yang wajib dikelola secara maksimal demi kemakmuran rakyat.
Di samping pengadaan kapal, pemerintah juga menyasar pembangunan desa nelayan secara luas. Pada tahun ini, pemerintah menargetkan peresmian 1.386 Desa/Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai wilayah Indonesia.
Presiden Prabowo mencatat bahwa Indonesia memiliki sekitar 12.000 desa nelayan, sehingga program ini menjadi tugas besar yang menuntut keberanian serta konsistensi dalam kebijakan.
Fokus utama dari inisiatif ini adalah mendongkrak kesejahteraan nelayan dalam negeri.
"Kami berada di jalan yang benar, rakyat kami harus sejahtera, saya ingin nelayan nelayan kami sejahtera, saya ingin senyum tiap hari karena penghasilannya baik," imbuh Presiden Prabowo.