Petugas Haji 2026 Berpeluang Berangkat Lagi, Menhaj: Asal Kinerja dan Rapornya Bagus

Senin, 12 Januari 2026 | 10:40:15 WIB
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf. [Foto: Instagram/gus.irfanyusuf]

JAKARTA – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengumumkan akan memberikan apresiasi kepada Petugas Haji 1447 H/2026 M yang menunjukkan kinerja memuaskan dengan cara mengundang mereka kembali sebagai petugas pada musim haji berikutnya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gus Irfan ketika membuka acara Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Haji 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu (11/1/2026).

Irfan menerangkan bahwa instansinya tidak akan ragu untuk menjatuhkan sanksi bagi calon petugas haji yang terbukti tidak disiplin, baik selama masa diklat maupun saat menjalankan tugas resmi.

Namun, sejalan dengan prinsip reward and punishment, Menhaj juga menyiapkan penghargaan khusus bagi petugas haji yang menunjukkan performa kerja yang baik.

“[Petugas haji] Bisa dipakai lebih dari satu kali, dengan catatan rapor anda bagus. Kami menilai siapa yang layak jadi petugas dua kali, kalau perlu tiga kali,” ujar Irfan saat membuka diklat petugas haji pada Minggu (11/1/2026).

Menurut Irfan, penunjukan kembali petugas haji yang berprestasi pada musim haji mendatang merupakan wujud penghargaan bagi individu yang memiliki semangat belajar dan komitmen tinggi dalam melayani jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.

“Ini apresiasi kami jika menjalankan tugas dengan baik,” ujarnya.

Menhaj juga memberikan penekanan kepada para calon petugas haji yang tengah mengikuti diklat di ‘barak’ sejak 10 hingga 30 Januari 2026 untuk menetapkan niat bahwa mereka dipilih sebagai petugas yang bertugas melayani para tamu Allah SWT.

Irfan mengingatkan agar calon petugas tidak memiliki pikiran sekadar menumpang beribadah haji sementara mengabaikan tanggung jawabnya. Padahal, peran utama mereka adalah menjadi pelayan bagi para jemaah haji Indonesia.

“Niatkanlah berangkat sebagai petugas haji, berangkat sebagai pelayan tamu Allah. Anda berangkat dengan [menggunakan] uang ummat, uang masyarakat, uang APBN, jangan sia-siakan [dengan tidak memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji],” ujar Irfan.

Sebelumnya, Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Haji dan Umrah Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi menyampaikan bahwa sebanyak 1.458 petugas haji 2026 sudah mulai mengikuti diklat.

Rangkaian pelatihan tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga minggu, yakni dari tanggal 10 sampai 30 Januari 2026.

Para petugas haji dari bermacam daerah yang akan mengabdi sebagai Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD), Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD), serta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Pusat kini berkumpul di Asrama Haji Pondok Gede untuk mengikuti jadwal diklat.

Dendi memaparkan bahwa para petugas haji akan menjalani latihan fisik melalui aktivitas olahraga rutin setiap hari. Fokus pada olahraga dan latihan baris-berbaris akan diutamakan pada minggu pertama pelaksanaan diklat di 'Barak'.

“Ibadah Haji itu 90%-nya ibadah fisik, sehingga petugasnya harus lebih kuat daripada jamaah,” ujar Dendi usai gladi upacara pembukaan diklat pada Sabtu (10/11/2025) malam.

Tahapan selanjutnya, para peserta akan dibekali dengan pendalaman ilmu ibadah haji serta keterampilan teknis sebagai petugas. Materi pelatihan mencakup penguasaan Bahasa Arab, prosedur pelaksanaan ibadah haji, hingga kemampuan kesehatan dasar.

Petugas juga akan menerima pelatihan khusus yang sesuai dengan tugas dan fungsi (tusi) masing-masing.

Pembagian divisi kerja tersebut meliputi unit transportasi, konsumsi, layanan kesehatan, pendampingan lansia, perlindungan jemaah, serta media center haji.

Selain itu, para petugas bakal dilatih berdasarkan lokasi penempatan kerja mereka, seperti petugas untuk wilayah bandara, Madinah, dan Makkah.

Seluruh rangkaian pelatihan ini juga ditujukan agar para petugas haji memiliki ikatan kerja sama yang kuat karena mereka akan berkolaborasi selama berada di Arab Saudi.

Tercatat lebih dari 11.000 orang mendaftarkan diri sebagai petugas haji 1447 H/2026 M, yang merupakan jumlah pendaftar tertinggi dalam sejarah.

Terkini