JAKARTA – Curug Cikaso di Sukabumi bagian selatan memiliki karakteristik unik karena menampilkan tiga aliran air yang jatuh berdampingan pada satu tebing.
Terletak di Kampung Ciniti, Desa Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, destinasi yang juga akrab disebut Curug Luhur ini menawarkan suasana sejuk yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
Aliran air terjun tersebut tersambung langsung dengan Sungai Cikaso yang melintasi kawasan tersebut.
Bagi Anda yang berencana berkunjung, berikut adalah panduan mengenai akses dan persiapan teknis di lapangan berdasarkan informasi dari Wonderful Indonesia Kemenpar, dikutip pada Kamis (5/2/2026).
Pilihan akses menuju air terjun Jalur Sukabumi Selatan menjadi patokan utama menuju lokasi. Area parkir dapat dijangkau oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Setelah sampai, terdapat dua pilihan cara untuk mencapai titik air terjun:
1. Jalur jalan kaki
Pengunjung dapat menyusuri jalur setapak yang relatif singkat. Opsi ini sesuai bagi yang ingin berjalan santai di bawah naungan pepohonan teduh.
2. Jalur perahu
Pengunjung bisa menyewa perahu untuk menyusuri Sungai Cikaso. Jalur ini memberikan sudut pandang berbeda dengan pemandangan tepian sungai yang masih hijau sebelum tiba tepat di depan air terjun.
Tiga aliran dan kolam hijau kebiruan
Spot utama Curug Cikaso adalah komposisi tiga aliran air yang jatuh bersamaan. Di bawahnya, terdapat kolam alami dengan warna hijau kebiruan atau toska yang kontras dengan tebing serta pepohonan hijau di sekitarnya. Pantulan warna air ini terlihat lebih jelas saat terkena cahaya matahari.
Meskipun airnya tampak jernih, pengunjung perlu tetap waspada jika ingin bermain air. Kedalaman kolam alami ini tidak merata dan arus di dekat titik jatuhan air cenderung kuat. Pengunjung disarankan untuk tetap berada di area pinggiran yang lebih aman.
Selain menikmati air terjun, area ini memiliki banyak batu besar yang dapat digunakan sebagai latar depan foto atau tempat piknik ringan dengan tetap menjaga kebersihan.
Tips berkunjung selama perjalanan
1. Waktu terbaik
Datanglah pada pagi hingga menjelang siang hari agar mendapatkan udara segar dan pencahayaan alami yang optimal untuk dokumentasi.
2. Alas kaki
Gunakan sandal gunung atau sepatu trekking karena area batuan di sekitar curug cenderung licin akibat lumut dan cipratan air.
3. Persiapan tunai
Fasilitas pembayaran digital belum sepenuhnya tersedia untuk biaya parkir, tiket masuk, maupun sewa perahu. Pastikan membawa uang tunai secukupnya.
4. Etika alam
Jangan meninggalkan sampah dan jangan merusak vegetasi di sekitar lokasi agar keasrian alam tetap terjaga.