Menkop Ferry Juliantono Resmikan Torasera Nurja Berkah di Probolinggo

Senin, 16 Februari 2026 | 11:25:12 WIB
Menkop Ferry Juliantono saat meresmikan Torasera Nurja Berkah di Ponpes Nurul Jadid, Probolinggo, Minggu (15/2/2026). [Foto: Istimewa]

JAKARTA – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meresmikan Toko Rakyat Serba Ada (Torasera) Nurja Berkah secara simbolis di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (15/2/2026).

Torasera disebut Ferry sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis koperasi. Perannya sebagai pusat distribusi dan integrator dalam ekosistem koperasi.

Torasera bekerja menyuplai kebutuhan barang ke koperasi desa dan off-taker yang menyerap hasil produksi masyarakat mulai dari sektor pertanian, perikanan, peternakan hingga UMKM.

Torasera Nurja Berkah merupakan salah satu dari dua Torasera yang sudah berdiri di dalam negeri.

"Melalui Torasera, produk-produk masyarakat desa dapat dihimpun, dikelola, dan didistribusikan secara lebih luas. Ini akan mendorong perputaran ekonomi di desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ucap Ferry di keterangan resminya, dikutip pada Senin (16/2/2026).

Wakil Bupati Kabupaten Probolinggo Fahmi Abdul Haq Zaini menyampaikan Torasera Nurja Berkah bakal menjadi pendukung bisnis ekosistem Koperasi Merah Putih di wilayahnya, khususnya Paiton.

"Tentu keberadaan Torasera ini juga bukan sekedar pusat perbelanjaan tetapi juga merupakan wujud nyata kemandirian ekonomi pesantren serta kontribusi pesantren dalam memperkuat ekonomi keumatan," ujar Fahmi.

Sementara Kepala Ponpes Nurul Jadid Abdul Hamid Wahid, mengatakan Torasera Nurja Berkah tidak hanya menjadi pusat perbelanjaan, tetapi juga sentra perekonomian masyarakat sekitar.

"Lebih dari itu, Torasera Nurja Berkah ini kami cita-citakan sebagai bisnis hub yang menyokong beroperasinya Koperasi Desa Merah Putih khususnya di wilayah Paiton dan sekitarnya," kata Abdul.

80 ribu koperasi Merah Putih

Ferry mengatakan pemerintah menargetkan 80 ribu Koperasi Merah Putih berdiri di Indonesia.

Saat ini 83 ribu koperasi sudah berbadan hukum dan tengah masuk tahap pembangunan fisik berupa gudang, gerai, serta sarana pendukung lainnya.

"Sebanyak 30 ribu unit ditargetkan rampung dan siap operasional pada April 2026. Selanjutnya, pembangunan akan terus berlanjut hingga mencapai target nasional," tutur Ferry.

Ferry mengatakan masyarakat desa penting bertransformasi dari sekadar penerima manfaat menjadi pelaku ekonomi.

Menurut Menkop, penguatan koperasi desa merupakan bagian dari upaya mengembalikan sistem ekonomi nasional pada nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong yang menjadi cita-cita para pendiri bangsa.

"Koperasi adalah instrumen utama untuk memastikan ekonomi berpihak kepada rakyat. Kami ingin memastikan perputaran ekonomi terjadi di desa, sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Terkini