Kunjungan Kerja ke Papua, Wapres Gibran Tinjau Sekolah Rakyat hingga Borong Hasil Laut di Biak

Rabu, 14 Januari 2026 | 10:51:43 WIB
Suasana kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Kabupaten Biak Numfor, Papua, Selasa (13/1/2026). [Foto: ANTARA/HO- Pemprov Papua]

JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka kembali melakukan kunjungan kerja ke sejumlah titik di wilayah Papua.

Dalam agenda tersebut, Gibran melakukan serangkaian kegiatan, mulai dari inspeksi fasilitas pendidikan hingga membeli dagangan nelayan setempat.

Gibran bertolak menuju Bumi Cenderawasih pada Selasa (13/01/2026) pagi melalui Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta.

Dalam perjalanan ini, hadir mendampingi Jenderal Maruli Simanjuntak (Kepala Staf TNI Angkatan Darat), Ribka Haluk (Wakil Menteri Dalam Negeri), serta Velix Wanggai (Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua).

Setibanya di Bandara Kaisiepo, Kabupaten Biak Numfor, Gibran tampak mengenakan tas noken khas Papua saat turun dari pesawat.

Putra sulung dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo ini segera menyambut jajaran pejabat daerah yang menjemput, termasuk Gubernur Papua Matius Derek Fakhiri.

Prosesi penyambutan Gibran turut dimeriahkan oleh penampilan tari Yospan dari Sanggar Silva Kehutanan yang diiringi musik tifa. Gibran pun menyapa para seniman tari tersebut dengan hangat.

Memulai agenda resminya, Gibran mendatangi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 41 Biak Numfor. Ia memantau langsung kondisi ruang-ruang kelas di sekolah yang menampung 97 murid tersebut.

Selain kelas, Gibran menginspeksi laboratorium komputer, asrama, dapur, ruang makan, hingga gedung pertemuan.

Di sela peninjauan, Gibran melakukan dialog dengan para guru, kepala sekolah, serta murid, yang diakhiri dengan sesi foto bersama di area sekolah.

Kepala SRMA 41 Biak, Samuel Franklyn Yawan, memberikan laporan kepada Gibran terkait jalannya operasional sekolah dan upaya pemenuhan kebutuhan siswa.

Sekolah yang baru berjalan setengah tahun ini menjadi tumpuan bagi masyarakat prasejahtera di Biak Numfor.

"Sekolah Rakyat ini jawaban Tuhan untuk keluarga kurang mampu. Baru di masa Bapak Presiden Prabowo, program seperti ini bisa terwujud," ucap Samuel.

Samuel menambahkan bahwa penyediaan fasilitas dilakukan secara bertahap. Saat ini, sekolah telah dilengkapi dapur yang layak, sarana belajar digital seperti laptop dan papan tulis pintar di tiap kelas, hingga seragam lengkap untuk para siswa.

"Sekarang fasilitas sudah cukup lengkap. Meski kami saat ini kekurangan guru sekitar sepuluh orang," ungkapnya.

Laporan senada disampaikan oleh Nanda Restu Saifin Nuhai, guru Bahasa Inggris di sekolah tersebut.

Ia menjelaskan bahwa para siswa mengikuti jadwal belajar dari pagi hingga sore, yang kemudian diteruskan dengan bimbingan di asrama. Ia mencatat adanya antusiasme belajar yang tinggi dari para murid.

"Semangat mereka sangat baik. Bahkan sudah ada yang ikut kegiatan di tingkat Papua, khususnya di bidang seni," ungkapnya.

Ricky Yansen K. Siri, seorang siswa kelas X A, mengungkapkan rasa syukurnya bisa menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat setelah sebelumnya sempat terhalang kendala ekonomi.

"Saya bangga sekali. Terima kasih Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden, saya bisa sekolah dan tak perlu keluar biaya," ucapnya.

Gibran menekankan bahwa kunjungannya bertujuan untuk memastikan standar pendidikan berjalan optimal dan tepat sasaran bagi anak-anak kurang mampu.

Ia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat memiliki fungsi krusial dalam menciptakan kesetaraan akses pendidikan, membentuk kepribadian, serta membekali pemuda Papua dengan kompetensi dan rasa percaya diri untuk masa depan.

"Penguatan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto," ucapnya.

Setelah dari SRMA 41 Biak, Gibran menuju Pasar Ikan Fandoi dan disambut meriah oleh warga yang ingin bersalaman serta berfoto. Gibran pun menanggapi antusiasme tersebut dengan ramah.

Ia kemudian berjalan melihat kondisi pasar tradisional itu. Di salah satu lapak milik mama-mama penjual ikan, Gibran membeli ikan panjang dan ikan baronang dengan total belanja Rp 600.000, serta memborong berbagai jenis sayuran.

Di lokasi yang sama, Gibran membagikan bantuan sembako kepada pedagang dan masyarakat sekitar.

Gustaf Apiem, salah satu pedagang, merasa sangat terharu karena menurutnya baru kali ini pasar mereka didatangi langsung oleh seorang Wakil Presiden.

"Kami bangga luar biasa," ujar Gustaf.

Pedagang lain bernama Musa berharap pasar tersebut bisa diperbaiki agar lebih nyaman, sembari menitipkan pesan untuk mantan presiden Jokowi.

"Titip salam untuk Pakde Jokowi," imbuhnya.

Gibran memastikan bahwa penguatan ekonomi bagi para nelayan akan dilakukan secara terpadu, selaras dengan instruksi Presiden Prabowo untuk mengembangkan Kampung Nelayan sebagai basis produksi, pengolahan, serta distribusi hasil laut rakyat.

Proyek Kampung Nelayan di Biak diharapkan memiliki koneksi langsung dengan pasar-pasar lokal seperti Pasar Fandoi, sehingga peningkatan fasilitas dan daya saing produk perikanan bisa berjalan serempak.

Saat meninjau fasilitas cool storage di area pasar, Gibran mengingatkan pentingnya menjaga standar kualitas produk perikanan agar bisa menembus pasar internasional.

"Mutu harus dijaga agar hasil perikanan nelayan dapat menembus pasar ekspor," pesannya.

Gubernur Papua Matius Derek Fakhiri memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran Gibran yang dinilai membawa dampak positif.

"Kehadiran Wapres tanpa sekat memberikan kesan mendalam bahwa Pemerintah Pusat hadir merasakan kesulitan warga di daerah," ucapnya.

Menutup kegiatannya di Biak Numfor, Gibran dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU.

Di sana, ia direncanakan bertemu dengan generasi muda, memantau aktivitas ekonomi, serta berkoordinasi dengan jajaran Forkopimda dan tokoh lintas agama serta masyarakat.

Lewat rangkaian kunjungan ini, Gibran menegaskan komitmen pemerintah untuk senantiasa mendampingi Tanah Papua, memastikan pembangunan yang merata, serta meningkatkan taraf hidup warga melalui sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan keamanan.

Terkini