Kemlu Konfirmasi Kondisi WNI di Venezuela Aman, Minta Tetap Tenang dan Waspada

Senin, 05 Januari 2026 | 10:35:30 WIB
Ilustrasi rakyat Venezuela. [Foto: Maxwell Briceno/Reuters]

JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memberikan imbauan kepada warga negara Indonesia (WNI) yang menetap di Venezuela agar senantiasa tenang serta waspada.

Arahan ini dikeluarkan menyusul aksi serangan beruntun yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) ke Ibu Kota Caracas, Venezuela.

"Pemerintah Indonesia mengimbau para WNI untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta terus menjalin komunikasi dengan KBRI Caracas,” kata Juru Bicara Kemlu Vahd Nabyl Mulachela, dikutip pada Senin (5/1/2026).

Merujuk pada laporan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Caracas, seluruh WNI di Venezuela saat ini dalam kondisi aman.

Pemerintah melalui KBRI Caracas juga berkomitmen untuk terus mengikuti dinamika situasi yang berkembang di negara tersebut setelah adanya serangan dari pihak AS.

"Pemerintah lewat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Caracas terus memantau perkembangan situasi yang terjadi di negara tersebut pasca penyerangan dari AS," ujar Vahd.

Eskalasi konflik AS-Venezuela berada pada titik tertinggi pada Sabtu (3/1/2026) pagi waktu setempat, ditandai dengan rentetan ledakan yang menggetarkan Ibu Kota Caracas dan beberapa area lainnya.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro dilaporkan telah diamankan dan dibawa ke luar negeri bersama sang istri, Cilia Flores.

Aksi militer ini dinyatakan sebagai operasi skala besar oleh Presiden AS Donald Trump, yang menjadi puncak ketegangan setelah berbulan-bulan adanya tekanan ekonomi dan militer terhadap rezim Maduro.

Melalui unggahan di Truth Social, Presiden Donald Trump mengabarkan bahwa Maduro beserta istrinya sudah ditangkap.

"Amerika Serikat berhasil melakukan serangan besar-besaran terhadap Venezuela. Presiden Nicolas Maduro dan istrinya ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara tersebut," tulis Trump.

Ia menjelaskan bahwa operasi ini merupakan bentuk kolaborasi antara kekuatan militer dan aparat penegak hukum AS, seraya menjanjikan penjelasan lebih mendalam di kemudian hari.

Sebagai reaksi atas serangan itu, Pemerintah Venezuela langsung menetapkan status keadaan darurat nasional.

"Keadaan darurat diberlakukan untuk melindungi hak-hak penduduk, menjamin fungsi lembaga-lembaga republik, dan memulai transisi menuju perjuangan bersenjata," demikian pernyataan resmi pemerintah.

Pihak Venezuela melontarkan tuduhan bahwa Amerika berupaya menguasai sumber daya strategis milik Venezuela, terutama minyak serta mineral, serta mencoba meruntuhkan kedaulatan politik bangsa tersebut.

"Venezuela menolak, menyangkal, dan mengecam agresi militer Amerika,” bunyi pernyataan tersebut.

Pemerintah setempat pun memberikan peringatan bahwa langkah AS tersebut merongrong stabilitas di wilayah Amerika Latin dan Karibia, sekaligus mengancam keselamatan jutaan penduduk.

Terkini